Tukang Jagal Sapi Jalanan Beraksi di Desa Sanjai, Hanya Sisakan Isi Perut di TKP

Kepala Desa Sanjai (baju merah) bersama Kapolsek dan personel Polsek Sinjai Timur saat melihat isi perut sapi yang ditinggalkan kawanan pencuri ternak. (FOTO: Polsek Sinjai Timur)

Sinjai Timur — Rasa cemas dan kebingungan menyelimuti Mahdi (60 tahun), seorang petani di Dusun Jahung-Jahung, Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, saat mendapati sapi kesayangannya tak lagi berada di tempat biasa ia ditambatkan.

Sejak pagi, Ia dan istrinya, Hartati, berulang kali menyusuri sekitar kebun hingga bantaran sungai, berharap ternak miliknya masih ditemukan dalam kondisi utuh.

Peristiwa tersebut belakangan diketahui sebagai dugaan tindak pidana pencurian ternak yang terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 Wita. Sapi yang hilang merupakan seekor sapi induk berusia sekitar 15 tahun milik Mahdi.

Berdasarkan keterangan Mahdi, kejadian bermula pada Kamis, 15 Januari 2026, sekitar pukul 16.30 Wita, saat ia menambatkan sapinya di sekitar rumah kebun miliknya. Namun keesokan harinya, sekitar pukul 07.00 Wita, istrinya mendapati sapi tersebut sudah tidak berada di lokasi penambatan.

Merasa curiga, pasangan suami istri ini kemudian melakukan pencarian di sekitar kebun hingga ke arah sungai yang berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi awal. Di lokasi tersebut, mereka menemukan potongan tubuh sapi miliknya yang hanya tersisa bagian isi perut, sementara bagian tubuh lainnya diduga telah dibawa pergi oleh pelaku.

“Personel kami di Polsek Sinjai Timur bersama personel Identifikasi Satreskrim Polres Sinjai telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Selain melakukan olah TKP, kami juga berkoordinasi dengan pemilik sapi, serta Pemerintah Desa setempat untuk mendalami kasus tersebut dan mengumpulkan keterangan awal guna keperluan penyelidikan lebih lanjut,” terang Kapolsek Sinjai Timur, AKP Mukhsin Sirajuddin, Jumat (16/1/2026) siang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dugaan pencurian ternak tersebut, dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan hewan ternak, khususnya pada malam hari. (ZAR)