58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi, Ini Sikap Pengelola Travel di Sinjai

Masjid Nabawi di Madinah selalu dipadati jemaah umrah. Pengusaha travel berharap konflik di Timur Tengah segera berakhir agar jemaah merasa aman saat beribadah. (FOTO: ZAR/sinjaiinfo)

Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Penutupan ruang udara sejumlah negara di Timur Tengah akibat perang Iran vs AS-Israel, berimbas pada proses pemulangan jemaah umrah dari Indonesia.

Lebih dari 58 ribu jemaah umrah Indonesia saat ini belum dapat kembali ke tanah air. Jadwal penerbangan untuk pemulangan terganggu akibat gangguan eskalasi konflik di Iran.

Sejak Sabtu kemarin, Kementerian Haji (kemenhaj) sudah mengimbau seluruh jemaah umrah Indonesia agar tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai penerbangan, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), serta otoritas terkait.

Sementara itu di Kabupaten Sinjai, Haji Mustafa, salah satu pengelola Travel Haji dan Umrah PT. Rama Wisata, mengaku terus memantau perkembangan terkini di timur tengah. Pasalnya sejak kemarin banyak jemaah umrah tidak bisa pulang ke tanah air.

Termasuk anaknya yang merupakan pimpinan PT. Rama Wisata, saat ini masih tertahan di Jakarta. Pesawatnya yang akan berangkat ke Arab Saudi dan transit di Dubai terpaksa di-cancel.

“Anak saya Haji Rafi masih di Jakarta. Padahal tadi sore rencana terbang transit Dubai, namun pesawatnya batal berangkat. Hanya pesawat yang langsung Jeddah tetap terbang tadi dari Jakarta,” beber Haji Mustafa.

Lanjut Haji Mustafa, keberangkatan anaknya ke Arab Saudi untuk menyiapkan kebutuhan jemaah umrah dari Kabupaten Sinjai yang dijadwalkan berangkat pada 7 Maret 2026.

“Semoga situasi (perang) tidak berlanjut,” harapnya. Masyarakat juga diimbau memantau perkembangan terkini di timur tengah melalui saluran resmi pemerintah agar tidak terjadi disinformasi.(ZAR)