Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Melihat seorang anak yang biasanya ceria tiba-tiba terkulai lemas dengan tubuh dipenuhi ruam merah dan demam tinggi adalah mimpi buruk bagi orang tua mana pun. Di Desa Alenangka Kecamatan Sinjai Selatan, dan Kelurahan Bongki Kecamatan Sinjai Utara, kecemasan ini bukan lagi sekadar bayangan, melainkan kenyataan pahit yang harus dihadapi seiring ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.
Kita tidak boleh menutup mata; setiap detik penundaan adalah risiko bagi masa depan mereka. Saat ini, kepedulian kolektif dan langkah medis yang agresif bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban mutlak untuk memastikan tidak ada lagi anak yang harus bertaruh nyawa melawan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah ini.
Satu Komando Melawan Wabah
Menyikapi situasi yang kian mendesak dengan total 58 kasus di Kabupaten Sinjai, Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa bergerak cepat. Dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Command Center Rujab Bupati Sinjai pada Rabu (1/4/2026), pesan yang disampaikan sangat jelas: Outbreak Response Immunization (ORI) adalah harga mati.
Langkah strategis ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan benteng pertahanan terakhir untuk melindungi anak-anak dari risiko kecacatan hingga kematian. Andi Jefrianto menekankan bahwa penanganan KLB ini harus mengikuti prinsip Satu Data, Satu Komando.
“Kejadian luar biasa ini harus segera ditindaklanjuti. Perangkat daerah, Camat, hingga Kepala Desa harus aktif mengedukasi masyarakat agar tidak ada lagi keraguan terhadap imunisasi,” tegasnya.
Data per 31 Maret 2026 menunjukkan bahwa perjuangan masih panjang. Dari target 9.252 anak usia 9-59 bulan, baru sekitar 2.509 anak (27%) yang telah mendapatkan imunisasi. Namun, semangat tidak surut. Sebanyak 45 tim dari 16 fasilitas kesehatan telah dikerahkan ke seluruh penjuru Sinjai. Mereka akan terus bergerilya hingga 14 April mendatang untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak kesehatan mereka.
Sekolah Sebagai Ruang Penyelamat
Sehari setelah koordinasi tingkat kabupaten, aksi nyata merambah ke sektor pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, turun langsung ke lapangan memantau imunisasi di TK Negeri VIII Pasirmarannu, Kecamatan Sinjai Timur, Kamis (2/4/2026).
Kehadiran Kadisdik di tengah anak-anak bukan sekadar pemantauan formal. Ia memastikan bahwa sekolah kini bertransformasi menjadi ruang aman yang mengedukasi orang tua.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi ruang strategis membangun kesadaran kesehatan,” ujar Irwan di sela-sela interaksinya dengan para guru dan tenaga medis.
Langkah bersama mesti ditempuh agar Alenangka dan wilayah lainnya di Sinjai segera pulih, sinergi adalah kunci. Berikut adalah langkah krusial yang tengah dan harus terus dilakukan. Urutan langkah ini hasil elaborasi pada rapat koordinasi yang dipimpin Sekda Sinjai:
Mobilisasi Total: Mendorong semua orang tua yang memiliki balita untuk segera mendatangi posko ORI terdekat.
Komunikasi Risiko: Melawan misinformasi mengenai vaksin dengan penjelasan yang humanis dan berbasis data.
Evaluasi Harian: Memastikan setiap kendala di lapangan dilaporkan secara real-time agar intervensi bisa dilakukan seketika.
Kolaborasi Lintas Sektor: Sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga kader PKK untuk menjangkau keluarga di pelosok desa.
Hari ini, di balik jarum suntik dan laporan data, ada harapan besar yang sedang diperjuangkan. Dengan kerja keras dan empati, Pemerintah Kabupaten Sinjai sedang berupaya mengembalikan tawa anak-anak di lokasi KLB Campak, memastikan bahwa esok hari mereka bisa kembali bermain tanpa bayang-bayang ketakutan akan campak.
(Zainal Abidin)