Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Warga Kampung Boja difasilitasi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMSi, menemui Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif di rumah jabatan bupati, Senin (6/4/2026) pagi.
Pertemuan ini memang dijadwalkan oleh Bupati Sinjai guna mendengarkan langsung aspirasi dari warga Kampung Boja, Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, terkait akses listrik di kampung tersebut.
Sudah sejak lama di kampung Boja tidak ada aliran listrik. Akses jalan pun belum memadai. Selain rumah penduduk, juga terdapat satu sekolah dasar di kampung tersebut.
Bupati Sinjai mengaku Kampung Boja tidak dianaktirikan, bahkan selalu diprioritaskan untuk mendapatkan akses terhadap listrik. Namun Medan dan regulasi menjadi tantangan.
“Medan (jalan) dan regulasi menjadi tantangan karena ada yang bukan kewenangan pemerintah daerah. Ada yang masuk dalam kawasan hutan dan menjadi kewenangan pemerintah pusat. Yang kami lakukan di pemerintah daerah adalah koordinasi untuk memudahkan masuknya listrik di kawasan yang belum terjangkau aliran listrik, salah satunya di Boja,” kata Bupati memberi penjelasan.
Pihak PLN tambah Bupati, pasti akan melakukan kajian kelayakan teknis sepanjang sudah ada sinyal izin dari kementerian terkait agar infrastruktur listrik bisa melewati kawasan hutan.
Sementara itu warga Kampung Boja, Jahar, usai pertemuan membenarkan di kampung Boja belum ada listrik. “Saya baru 10 tahun lebih tinggal di Boja, memang belum ada listrik sampai sekarang. Jalanan masuk juga masih sulit dilalui kendaraan bermotor,” bebernya.
Pertemuan dengan warga kampung Boja dan perwakilan BEM ini turut dihadiri pihak PLN, Staf Ahli Bupati Andi Mandasini, Asisten I Pemkab Sinjai A. Irwansyahrani, perwakilan KPH Tangka, serta Kadis LHK Sinjai. (ZAR)