Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif menerima puluhan warga dari Dusun Pakkoko, Desa Tellulimpoe, Kecamatan Tellulimpoe di ruang pola Kantor Bupati Sinjai, Senin (4/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Hj. Ratnawati didampingi Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa, Asisten Pemerintah dan Kesra A. Irwansyahrani Yusuf, Asisten Perekonomian dan Pembangunan A. Ilham Abu Bakar, Staf Ahli Bupati Andi Tenri Rawe Baso, Kepala Dinas PUPR H. Haris Ahmad dan Kepala Bappeda Haerani Dahlan.
Perwakilan warga silih berganti menyampaikan aspirasi terkait kerusakan infrastruktur jalan yang berdampak langsung pada penurunan produktivitas ekonomi, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat di Dusun Pakkoko.
“Kami berharap agar Pemerintah Daerah dapat memperhatikan akses jalan Dusun Pakkoko yang kondisinya saat ini sangatlah parah. Jalan tersebut bukan hanya menjadi akses untuk mata pencaharian masyarakat setempat namun juga menjadi akses untuk hasil pertanian dan perkebunan yang sangat menjanjikan,” ungkap perwakilan warga Dusun Pakkoko.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas PUPR, H. Haris Ahmad menyampaikan bahwa saat ini kondisi jalan di Kabupaten Sinjai memang memprihatinkan, di mana 53,43% termasuk dalam kondisi rusak yang hampir merata di 8 Kecamatan. Namun ia pun menegaskan bahwa hal ini menjadi imbas dari adanya pengurangan anggaran dari pusat.
“Sebelumnya, insfratruktur jalan menjadi program utama Pemerintah Pusat khususnya dari dana transfer namun sejak tahun 2025 hingga saat ini dinihilkan dari program pusat dan hal ini yang menjadi kendala kami di instansi teknis,” ungkapnya.
Bupati Hj. Ratnawati pun menyampaikan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini sangat terbatas, di mana anggaran dari pendapatan asli daerah hanya 10 % dari total APBD dan selebihnya merupakan dana transfer ke daerah. Hal ini menjadi kendala sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang menekankan terkait infrastruktur jalan yang menjadi salah satu urusan yang harus ditangani oleh Pemerintah Kabupaten.
“Tahun ini menjadi tahun kedua adanya efisiensi anggaran dan sudah dua tahun kita tidak mendapatkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan,” bebernya.
Namun ia menyadari bahwa kondisi jalan di Dusun Pakkoko yang masuk dalam kategori rusak berat membutuhkan perhatian, sehingga saat ini Pemerintah Daerah telah menetapkan 3 ruas jalan Dusun Pakkoko masuk dalam skala prioritas pembangunan untuk Kecamatan Tellulimpoe, sehingga saat anggaran yang diperuntukkan untuk insfratruktur jalan sudah ada maka selanjutnya pakkoko akan menjadi prioritas pembangunan.
Lebih lanjut, ia pun menyampaikan bahwa pada setiap Musrenbang usulan tertinggi yang masuk itu terkait dengan perbaikan infrastruktur jalan, namun ia menyadari bahwa perencanaan pembangunan harus seimbang dengan pendapatan daerah. (Adv)