Harapan Syahriani Kuliah Nyaris Pupus karena Biaya, Kini Disambut Beasiswa Rektor UIAD Sinjai

Syahriani Putri (tengah) usai prosesi penamatan. Ia mendapatkan tawaran beasiswa kuliah dari Rektor UIAD Sinjai (ujung kiri). (FOTO: Panpel)

Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Syahriani Putri hampir menyerah pada mimpinya kuliah. Ayahnya wafat saat Syahriani berusia 15 tahun. Sang ibu harus merantau menjadi pekerja di salah satu kebun di Malaysia untuk menyambung hidup, sementara Syahriani dibesarkan pamannya di Sinjai. Biaya menjadi tembok tebal yang nyaris meruntuhkan cita-citanya.

Namun harapan itu kembali menyala di tengah haru penamatan siswa kelas XII MAN 2 Sinjai di UMSi Maraja Convention Center, Rabu (13/5/2026). Di hadapan kepala madrasah, guru, dan ratusan tamu undangan, Rektor Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai, Dr. Suriati, menawarkan beasiswa pendidikan tinggi kepada Syahriani.

Gadis teladan yang dikenal memiliki motivasi belajar tinggi dan prestasi membanggakan itu duduk diam, tak menyangka namanya disebut untuk mendapat kesempatan itu.

“Kami di UIAD Sinjai berkomitmen membuka akses seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik daerah ini. Prestasi dan semangat belajar seperti yang ditunjukkan ananda Syahriani Putri adalah aset berharga bagi masa depan Sinjai. InsyaAllah, UIAD siap menjadi rumah untuk melanjutkan cita-citanya,” kata Dr. Suriati.

Ia menegaskan beasiswa itu diberikan bukan tanpa alasan. “Beasiswa ini kami tawarkan karena ananda merupakan salah satu siswa teladan dan memiliki motivasi belajar yang kuat. Kami ingin memastikan bahwa semangat itu tidak terhenti setelah lulus,” tambahnya.

Guru MAN 2 Sinjai, Nurhudayah, mengaku terharu. Ia menceritakan bagaimana Syahriani tumbuh dalam keterbatasan namun tetap berprestasi. “Iye, sangat-sangat mendukung, Pak. Tadi kita bincang khusus dengan siswa yang bersangkutan. Kami beri motivasi dan mempertimbangkan apresiasi dari Ibu Rektor. Sempat juga kami bicara dengan orang tua wali yang mendampingi untuk memperkuat hal tersebut,” ujarnya.

Kepala MAN 2 Sinjai juga mengaku tidak menyangka ada apresiasi langsung dari rektor UIAD di momen penamatan. Ketua Panitia penamatan, Basri Ali, menyebut perhatian itu sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap anak daerah yang berprestasi.

Kegiatan pelepasan siswa kelas XII ini turut dihadiri Bupati Sinjai Hj.Ratnawati Arif, Kepala Dinas Pendidikan Sinjai Irwan Suaib, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Terima Kasih kepada Rektor UIAD

Bagi Syahriani, beasiswa itu lebih dari sekadar bantuan biaya. Itu adalah jalan agar cita-citanya tetap bisa berjalan, meski tanpa kehadiran ayah dan dengan ibu yang jauh merantau.

“Saya berterima kasih kepada ibu rektor atas tawaran beasiswanya. Saya juga akan diskusikan ini dengan keluarga terutama ibu saya yang saat ini masih ada di Malaysia bekerja di kebun,” ucapnya kepada Sinjai Info melalui sambungan telepon, Rabu (13/5/2026) malam.

Syahriani lahir di Sinjai, 11 Januari 2008. Di hari penamatannya ia hanya ditemani pamannya yang berdomisili di Lingkungan Benteng, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara. Tahun 2023 ayahnya wafat, sementara ibunya tidak bisa meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh tani. Terakhir ibunya ke Sinjai melepas rindu tahun 2023.

Profil diri:
Nama: Syahriani Putri
TTL: Sinjai, 11 Januari 2008
Alamat rumah: Lingkungan Benteng, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara

(Zainal Abidin)