Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Empat orang prajurit menggotong Panglima Besar Jenderal Sudirman, dan bersiap masuk ke hutan untuk melakukan strategi perang gerilya melawan penjajah Belanda. Perang gerilya ini dilakukan saat Agresi Militer Belanda II tanggal 22 Desember 1948.
Jenderal Sudirman digotong karena menderita sakit. Ia keluar istana, dan memimpin perang gerilya masuk keluar hutan serta gunung selama tujuh bulan karena menolak permintaan Belanda untuk menyerah.
Tandu yang dipakai menggotong Panglima Besar ini dibuat oleh para pengawal dari bahan bambu dan kain. Dari atas tandu, Ia
tetap memberi perintah, mengatur strategi, dan menyemangati pasukannya. Kehadiran fisik meskipun sakit membuat moral tentara Indonesia tidak pernah padam.

Inilah momen teaterikal yang diperankan dengan baik oleh siswa siswi SDN 113 Balle, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, saat Lomba Karnaval Kemerdekaan yang dipusatkan di depan Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Selasa (11/8/2026) pagi. Lomba ini diadakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai.
Kepala SDN 113 Balle, Ramli, mengatakan tema karnaval yang diusung sekolahnya adalah salah satu cara mengenalkan pahlawan nasional kepada siswa siswi di sekolahnya agar mereka tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan. Karnaval ini dilepas oleh Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif. (ZAR)