Seratus Siswa SMAN 1 Sinjai Belajar Transaksi Non Tunai Lewat ‘BI Mengajar’

Para peserta 'BI Mengajar' di SMAN 1 Sinjai saling berebut untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan perwakilan BI Sulsel. (FOTO: ZAR/sinjaiinfo)

Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Suasana Aula UPT SMA Negeri 1 Sinjai, Rabu (19/8/2026) siang, mendadak riuh. Ratusan siswa berebut mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan pemateri dari Bank Indonesia. Momen itu mewarnai kegiatan Kelas Wawasan Kebanksentralan “BI Mengajar”.

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi pelajar tentang transaksi non tunai yang aman, cepat, dan efisien, sekaligus mengenalkan peran Bank Indonesia di tengah masyarakat.

Sekretaris Bapenda Sinjai A. Husdiansyah yang membuka kegiatan mengajak para pelajar beralih ke transaksi non tunai.

“Ayo kita bertransaksi non tunai karena banyak manfaat khususnya untuk para pelajar. Salah satunya mencegah peredaran uang palsu, dan kemudahan lainnya,” ujarnya.

Interaksi langsung dengan siswa menjadi daya tarik utama. Pemateri dari Tim P2DD Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan, Satriani Oktavia dari Divisi Sistem Pembayaran Non Tunai BI Sulsel, melontarkan sejumlah pertanyaan.

Mulai dari “apakah di Bank Indonesia bisa menyimpan atau meminjam uang”, “ada berapa kantor Bank Indonesia di Sulawesi Selatan”, hingga “apa kepanjangan dari QRIS”.

Siswa SMAN 1 Sinjai, Nurman, berhasil menjawab bahwa kantor Bank Indonesia wilayah Sulsel hanya satu dan berkedudukan di Makassar. Jawabannya disambut tepuk tangan teman-teman.

Satriani Oktavia kemudian meluruskan pemahaman siswa tentang peran BI.

“Bank Indonesia bukan tempat menyimpan atau meminjam uang. Bank Indonesia adalah bank sentral yang menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mengendalikan peredaran uang. Juga mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran nasional,” jelasnya.

Siswa SMAN 1 Sinjai, Nurman, saat berdiri menjawab pertanyaan yang diajukan Satriani Oktavia dari BI Sulsel. (FOTO: ZAR/sinjaiinfo)

Wakasek Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Sinjai, Takdir Kahar, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Ini kegiatan yang sangat luar biasa karena mengedukasi seratus orang siswa kami yang hadir di acara ini untuk lebih memahami tentang Bank Indonesia. Ini juga memiliki korelasi dengan mata pelajaran di kelas. Untuk anak-anakku, kalian bisa langsung bertanya ke ahlinya,” katanya.

Melalui “BI Mengajar”, diharapkan para pelajar Sinjai semakin melek literasi keuangan dan terbiasa menggunakan sistem pembayaran non tunai yang aman di era digital. (ZAR)