Sinjai.Info, Tellulimpoe,-– Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, melantik dan mengambil sumpah 2 Kepala Desa Antarwaktu di Kecamatan Tellulimpoe. Keduanya adalah Kepala Desa Samaturue dan Kepala Desa Saotengah. Pelantikan masing-masing berlangsung terpisah di Aula Kantor Desa Samaturue dan Aula Kantor Desa Saotengah, Kecamatan Tellulimpoe, Rabu (23/9/2026).
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, perwakilan Forkopimda, sejumlah Kepala OPD Pemkab Sinjai, Camat Tellulimpoe, para kepala desa se-Kecamatan Tellulimpoe, serta tokoh masyarakat.
Kepala Desa Samaturue Musliati akan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selama periode 2026–2031. Sedangkan Makmur Mappi akan memimpin Desa Saotengah pada periode 2026–2030.
Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan pelantikan kepala desa antar waktu tersebut menjadi tahap akhir dari proses pengisian jabatan Kepala Desa Samaturue dan Saotengah yang sudah lama kosong.
Menurutnya, kekosongan jabatan kepala desa tidak boleh menghambat penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Selama masa transisi, penjabat kepala desa dinilai telah menjaga keberlangsungan pelayanan publik, pengelolaan anggaran, serta memfasilitasi seluruh tahapan pemilihan kepala desa antarwaktu.
“Pemilihan Kepala Desa Antar waktu di Samaturue telah dilaksanakan melalui musyawarah desa pada 20 Agustus 2026. Proses yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan ini patut kita hormati hasilnya,” katanya di Aula Kantor Desa Samaturue.
Ratnawati juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkades PAW, khususnya Forkopimda, TNI-Polri, para BPD Desa, serta panitia pemilihan yang dinilai telah menjalankan tugas secara objektif, adil dan transparan.
Kepada Kepala Desa Samaturue yang baru dilantik, Bupati berpesan agar menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh dan memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang dukungan saat proses pemilihan. Hal yang sama juga disampaikan kepada Kades Saotengah.
“Bekerjalah secara sungguh-sungguh dan hadir untuk seluruh warga tanpa memandang perbedaan dukungan saat pemilihan. Jadikan kantor desa sebagai tempat warga memperoleh pelayanan yang baik dan merasa dihargai,” pesannya.
Selain itu, ia meminta mempertahankan berbagai capaian yang telah ada, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, menjaga administrasi, pengelolaan keuangan dan aset desa, serta meningkatkan transparansi.
Bupati juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan desa melalui musyawarah desa serta menghidupkan kembali semangat gotong royong.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah sinkronisasi visi dan misi kepala desa dengan arah pembangunan desa. (Adv)