Sinjai.Info, Sinjai Selatan,– Dampak kemarau panjang mulai dirasakan petani di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Tanah yang kering kerontang dan minimnya sumber air membuat petani harus berjuang ekstra untuk menyelamatkan tanamannya.
Seperti terlihat di salah satu kebun lada milik warga Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan. Seorang petani tampak menyiram tanaman ladanya secara manual. Air diambil dari sebuah sumur di sekitar kebun. Daun-daun Lada juga terlihat menguning dan tanah di sekitarnya retak karena kekurangan air.
“Kalau tidak disiram tiap sore, bisa mati semua. Air sumur juga mulai menipis, jadi harus hemat air,” ujar Jasmin Akbar, Petani Lada di Desa Talle, Kamis (24/9/2026).

Kondisi kemarau yang sudah berlangsung berminggu-minggu ini dikhawatirkan Jasmin akan berdampak pada gagal panen. Tanaman lada di kebun seluas 25 are milik ayahnya tersebut kini terlihat meranggas dan pertumbuhannya tidak maksimal.
Ia berharap ada bantuan dari pemerintah berupa pompanisasi atau suplai air bersih untuk menyelamatkan kebun mereka yang menjadi sumber mata pencaharian utama.
Hingga kini, BMKG masih memprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga beberapa minggu ke depan. Warga diimbau untuk menghemat penggunaan air, dan mewaspadai potensi kebakaran lahan.
Liputan:
Zaenal (mahasiswa PPL UIAD Sinjai)