Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Kepala Lingkungan Talibunging, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Amiruddin, membenarkan banyaknya kasus kematian ayam peliharaan di wilayahnya sejak tiga hari terakhir. Bahkan ia sendiri mengalaminya.
“Khusus di Lingkungan Talibunging dalam, Jalan Nener, hampir menyeluruh kejadiannya. Saya sendiri habis ayam di rumah tidak tersisa, sekitar 30 ekor, jantan dan betina,” ucapnya pasrah, saat dikonfirmasi Sinjai Info, Kamis (1/10/2026) siang.
Kejadiannya berlangsung cepat, terang tokoh masyarakat Lappa ini. “Kemarin (Rabu) sudah turun dari dinas untuk penyemprotan disinfektan dan mengambil sampel satu ekor ayam yang mati,” terangnya
Sejak Rabu kemarin, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai menerjunkan tim ke lapangan untuk memitigasi wabah kematian massal yang menyerang ternak ayam kampung di wilayah Kecamatan Sinjai Utara.
Hingga saat ini, laporan resmi mengenai kasus tersebut baru diterima dari wilayah Sinjai Utara, dengan jumlah kematian diperkirakan telah menembus angka lebih dari 300 ekor. Total kerugian materi yang dialami para peternak selama tiga hari terakhir ditaksir mencapai Rp15 juta.
Berdasarkan hasil diagnosa sementara dari dokter hewan setempat, kematian massal ini diduga kuat dipicu oleh wabah Newcastle Disease (ND) jenis patogen atau tetelo ganas yang dapat menyebabkan kematian mendadak dalam skala besar.
“Diagnosa sementara dari dokter hewan adalah penyakit ND atau tetelo yang patogen. Namun, untuk memastikan penyebab pastinya, kami telah mengambil sampel bangkai ayam untuk diperiksa di Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjai, Syamsul Alam, Kamis (1/10/2026) pagi. (ZAR)