Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai terus menerjunkan tim ke lapangan untuk memitigasi wabah kematian massal yang menyerang ternak ayam kampung di wilayah Kecamatan Sinjai Utara.
Hingga saat ini, laporan resmi mengenai kasus tersebut sudah diterima dari wilayah Sinjai Utara, yakni Kelurahan Lappa, Balangnipa, Bongki, dan Biringere, dengan jumlah kematian mendekati angka dua ribu ekor.
Berdasarkan hasil diagnosa sementara dari dokter hewan setempat, kematian massal ini diduga kuat dipicu oleh wabah Newcastle Disease (ND) jenis patogen atau tetelo ganas yang dapat menyebabkan kematian mendadak dalam skala besar.
Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Sinjai, Syamsul Alam, beberapa hari lalu mengatakan telah mengirim sampel ayam mati ke BBVet Maros untuk mengetahui penyebab kematian ayam.
Inilah data jumlah ayam mati di Sinjai hingga 5 Oktober 2026. Laporan kasus kematian dimulai pada 23 September 2026 melalui Pos Keswan Dinas Peternakan dan Keswan Sinjai.
23 September 2026
Kelurahan Lappa: 58 Ekor
28 September 2026
Kelurahan Biringere: 257 Ekor
30 September 2026
Kelurahan Bongki: 79 Ekor
Kelurahan Balangnipa: 171 Ekor
1 Oktober 2026
Kelurahan Lappa: 150 Ekor
2 Oktober 2026
Kelurahan Biringere: 373 Ekor
Kelurahan Lappa: 10 Ekor
Kelurahan Balangnipa: 297 Ekor
3 Oktober 2026
Kelurahan Balangnipa: 103 ekor
Kelurahan Biringere: 136 ekor
Kelurahan Bongki: 5 ekor
4 Oktober 2026
Kelurahan Biringere: 67 ekor
5 Oktober 2026
Kelurahan Lappa: 160 ekor
(ZAR)