Positif Flu Burung, Penyebab Matinya Ribuan Unggas di Sinjai

Petugas Disnak Keswan Sinjai melakukan penyemprotan disinfektan di kandang ayam milik warga, di Kecamatan Sinjai Utara. Flu Burung kembali merebak di wilayah ini. (FOTO: dok/DPKH)

Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Balai Besar Veteriner Maros (BBVET-Maros) akhirnya mengeluarkan hasil uji laboratorium atas 3 sampel ayam mati (2 organ dan 1 swap orofaring) pada kasus kematian unggas massal di Kabupaten Sinjai.

Hasil uji lab tertanggal 5 Oktober 2026 ini menyimpulkan penyebab kematian adalah Penyakit AVIAN INFLUENZA (AI) atau dikenal dengan penyakil FLU BURUNG

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai Syamsul Alam, menyebutkan bahwa terdeteksi adanya material genetik virus lnfluenza A pada sampel yang diuji melalui Laboratorium Balai Besar Veteriner Maros (BBVET-Maros).

“Sehingga dapat disimpulkan penyebab kematian adalah penyakit Avian Influenza (AI) atau dikenal dengan Penyakil Flu Burung,” terangnya, Selasa (6/10/2026) pagi.

Hingga Selasa, 6 Oktober 2026, sebanyak 2.203 ekor ayam dilaporkan mati yang tersebar di 4 Kelurahan yaitu, Kelurahan Balangnipa 571 ekor, Kelurahan Bongki 84 ekor, Kelurahan Lappa 815 ekor, dan Kelurahan Biringere 833 ekor. Laporan ini terhitung sejak 23 September 2026 atau saat laporan kasus ayam mati diterima Dinas Peternakan dan Keswan Sinjai.

Saat ini dinas terkait terus melakukan upaya mitigasi guna mencegah penularan Flu Burung pada unggas lainnya. (ZAR)