Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai, Syamsul Alam, meminta masyarakat Sinjai jangan panik setelah Flu Burung merebak di wilayah Kecamatan Sinjai Utara. Upaya pengendalian pada ternak dan manusia adalah kunci untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
Berikut upaya pengendalian penyakit pada ternak berdasarkan rilis dari DPKH Kabupaten Sinjai:
1.Jika menemukan kejadian penyaklt dengan gejala sakit, segera laporkan ke Dinas Peternakan atau Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang terdekat
2. Pisahkan ayam sakit dengan ayam sehat
3. Jangan buang bangkai sembarang tempat Bangkai dikubur atau dibakar
4. Perketat biosecurity
5. Melakukan pembersihan kandang dan peralatan dengan detergen/sabun cuci
6. Melakukan desinfeksi kandang dan peralatan kandang
Kemudian untuk penanganan pada manusia:
1. Hindari kontak langsung dengan unggas sakit/mati. Gunakan masker dan sarung tangan dalam penanganan bangkai atau saat berada dikandang
2. Daging unggas yang dimasak sampai suhu daging minimal mencapai 70a – 100°C selama 1 menit
3. Pemisahan bahan dan alat khusus penanganan daging
4. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir secara berkala, terutama setelah berkunjung dari pasar unggas, kandang atau setelah memegang produk unggas mentah.
5. Jaga kebersihan kandang bagi yang memelihara unggas dengan cara menyemprotkan desinfektan atau deterjen secara rutin
6. Jika terjadi gejala demam tinggi, flu, batuk dan sesak nafas pada anggota keluarga yang telah kontak beberapa hari dengan unggas yang sakit/mati segera ke Puskesmas atau Rumah sakit terdekat
7. Virus Al ini memiliki tingkat kematian hingga 100% pada unggas. Namun, saat ini belum ada laporan terkait kasus Avian Infiuenza pada manusia. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan jangan panik, dan ikuti informasi resmi dari pemerintah.
(ZAR)