Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Stok vaksin ND AI di Kabupaten Sinjai mulai menipis. Bahkan sebagian besar sudah habis, khususnya di Poultry Shop atau toko-toko yang menjual kebutuhan unggas.
Vaksin ND AI adalah vaksin inaktif berbentuk emulsi mengandung virus Newcastle Disease (ND) yang termasuk dalam genotipe VII dan virus Avian Influenza (AI) subtipe H5N1 yang homolog dengan isolat lapang terkini.
“Saya dari keliling di toko-toko besar di Sinjai tapi stok kosong. Terpaksa saya pesan di Toko Bina Unggas Makassar. Saya beli yang isi 250 ml seharga Rp250 ribu,” kata Ullah, salah satu pemilik unggas, warga Balangnipa, Rabu (7/10/2026) pagi.
Sejak virus Flu Burung merebak di Sinjai, Ullah berinisiatif melakukan vaksinasi untuk ayam kampung miliknya. Namun stok vaksin merek ‘Medivac’ yang kerap ia pakai tidak tersedia di toko.
“Di Toko Agri Poultry Jalan Gunung Lompobattang kosong. Langganan saya di Bongki juga kosong. Jadi saya pesan di Makassar,” terangnya.
Saat Sinjai Info mengecek di Toko Agri Poultry, salah satu karyawan toko membenarkan jika vaksin yang dimaksud sudah habis stok. “Habis, pak. Barangnya belum masuk,” jelasnya singkat.
Keluhan lain juga disampaikan Azwar, warga Balangnipa. Bukan karena stok vaksin yang habis, tapi obat disinfektan yang biasa ia gunakan. “Saya itu tidak pernah vaksin ayam, hanya menjaga kandang ayam agar tetap steril. Tapi obat disinfektan yang biasa saya pakai tidak tersedia di toko. Barang katanya belum masuk,” beber Azwar, yang mengaku sudah 2 ekor ayam petarung miliknya mati ketika wabah Flu Burung terjadi.
Wabah Flu Burung menyerang ribuan unggas di Sinjai sejak 23 September 2026. Hingga pekan ini dilaporkan sebanyak 2.203 ekor ayam mati akibat serangan virus H5N1. (Alif-PPL/ZAR)