Tingkat Kematian Unggas Akibat Flu Burung di Sinjai Mulai Turun

Kadis Peternakan dan Keswan Kabupaten Sinjai, Syamsul Alam, menjelaskan adanya tren penurunan kematian unggas akibat Flu Burung. (FOTO: Izza)

Sinjai.Info, Sinjai Utara,— Dinas Peternakan Kabupaten Sinjai terus bergerak cepat memperketat penanganan dan pencegahan penyebaran penyakit pada unggas dengan memaksimalkan vaksinasi serta disinfeksi massal di kawasan terdampak. Langkah intensif ini diambil guna menekan angka kematian unggas akibat Flu Burung yang sempat tercatat mencapai 6.120 ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Syamsul Alam menjelaskan bahwa proses vaksinasi yang dilakukan pihaknya berfokus pada target 150.000 dosis vaksin meski total populasi unggas saat ini mencapai lebih dari satu juta ekor.

“Pendataan terus disesuaikan setiap hari. Mengingat ketersediaan vaksin hanya 150.000 dosis, pelaksanaan vaksinasi kami lakukan secara realistis dan terukur, utamanya menyasar kawasan di luar radius aman kasus kematian,” jelasnya, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2026) pagi.

Lanjut Syamsul Alam, sesuai dengan prosedur teknis penanganan, vaksinasi tidak diberikan langsung pada lokasi titik penularan aktif atau area tempat unggas mati. Petugas menerapkan radius pengamanan minimal 1 kilometer dari lokasi penularan guna memastikan efektivitas vaksin.

“Selain vaksinasi, berbagai langkah pencegahan pendukung turut dijalankan secara serentak. Petugas di lapangan rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada kandang dan lingkungan sekitarnya untuk membunuh kuman serta virus patogen. Tak hanya itu, pengawasan lalu lintas kendaraan pengangkut unggas di titik-titik pos batas wilayah (check point) juga ditingkatkan, termasuk pemberian imbauan edukasi pemenuhan nutrisi dan vitamin secara mandiri oleh para peternak,” terang mantan Kadis Perikanan Kabupaten Sinjai ini.

Tingkat kematian unggas di Sinjai hingga saat ini dilaporkan menurun. “Semua melalui pelaksanaan strategi terpadu yang digencarkan sejak awal pekan ini. Petugas lapangan kini terus disiagakan secara penuh untuk menjaga stabilitas kesehatan ternak warga sekaligus mengantisipasi potensi penularan susulan,” tandasnya.

Data Terkini Flu Burung

Hingga 19 Oktober 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai mencatat jumlah kasus kematian unggas akibat Flu Burung sebesar 6.130 ekor. Kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Sinjai Utara, yakni 4.739 ekor.

Sementara untuk target vaksinasi adalah 138.188 ekor, di mana target terbesar di Kecamatan Tellulimpoe sebanyak 33.849 ekor. Saat ini target tersebut tercapai sebanyak 6.792 ekor.

Selain vaksinasi, desinfeksi turut dilakukan DPKH Sinjai. Desinfeksi adalah penyemprotan desinfektan yang sudah menyasar 389 kepala keluarga di 8 kecamatan. (ZAR)

Tim Liputan:
Nurain, Alif, Izza (mahasiswa PPL UIAD Sinjai)