Sinjai.Info, Sinjai Utara, –Meski cuaca panas terik menyengat, puluhan siswa SDN 24 Sinjai tetap berjalan berombongan memasuki kawasan Taman Purbakala Batu Pake Gojeng di Kecamatan Sinjai Utara, Kamis (5/11/2026).
Dengan seragam sekolah dan topi, mereka tampak antusias mengikuti outing class atau belajar di luar kelas. Sesekali para siswa berhenti, menunjuk batu-batu purbakala yang berdiri kokoh, sambil mendengarkan penjelasan pemandu tentang sejarah yang tersimpan di balik situs tersebut.
Kunjungan itu bukan sekadar rekreasi. Bagi para siswa, ini menjadi pengalaman pertama mengenal lebih dekat peninggalan sejarah dan budaya yang dimiliki Kabupaten Sinjai.
Pada hari yang sama, tercatat tiga sekolah melakukan outing class ke objek wisata sejarah dan budaya. Siswa MAN 1 Sinjai berkunjung ke Benteng Balangnipa, sedangkan SDN 24 Sinjai dan SDIT Thoriqul Jannah berkunjung ke Taman Purbakala Batu Pake Gojeng.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Sinjai, H. Andi Mandasini, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengenalkan sejarah dan budaya daerah sejak dini kepada pelajar.
“Kami memang bersurat ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Kementerian Agama, dan Cabang Dinas Pendidikan Sulsel, untuk mengajak siswa dan siswi sekolah di bawah naungan masing-masing untuk berkunjung ke objek wisata sejarah dan budaya yang ada di Kabupaten Sinjai,” ujarnya.
Menurutnya, program ini juga membantu Disparbud dalam penyebarluasan informasi tentang objek wisata serta sejarah dan budaya Kabupaten Sinjai.
“Ini adalah upaya mengenalkan sejarah dan budaya daerah sejak dini kepada para pelajar. Ini juga membantu pihak kami dalam penyebarluasan informasi tentang objek wisata dan sejarah budaya Kabupaten Sinjai,” kata Andi Mandasini.
Ia berharap, melalui kunjungan langsung ke situs sejarah, anak-anak muda Sinjai semakin banyak yang mengenali dan mengetahui lebih dalam tentang sejarah dan budaya yang dimiliki daerahnya.
“Harapan kami, anak-anak muda Sinjai makin banyak yang mengenali dan mengetahui lebih dalam tentang sejarah dan budaya yang kita miliki di Kabupaten Sinjai,” tuturnya.
Terkait pendampingan selama kunjungan, Andi Mandasini memastikan pihak sekolah tidak perlu khawatir. Disparbud telah menyiapkan tenaga pemandu atau guide yang siap menjelaskan sejarah dan memberikan data terkait objek yang dikunjungi.
“Soal pemandu atau guide, pihak sekolah tidak perlu khawatir karena kami punya tenaga guide yang siap menjelaskan sejarah dan memberikan data terkait objek yang dikunjungi,” tandasnya.
Tempat lain di Sinjai yang kerap dijadikan lokasi outing class oleh sekolah antaralain Situs Perjanjian Topekkong, Hutan Mangrove Tongke-tongke, hingga Kawasan Madaya di Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat. (ZAR)