Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Kepala Dinas Pertanian dan TPHP Kabupaten Sinjai H. Kamaruddin, telah menyurati Gubernur Sulawesi Selatan terkait kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap
ketersediaan air di beberapa wilayah di Kabupaten Sinjai, khususnya wilayah yang memiliki area persawahan.
Minimnya ketersediaan air ini mulai memengaruhi pertanaman khususnya komoditi padi pada wilayah, baik itu sumber airnya dari sungai,
tadah hujan, maupun air tanah dalam.
“Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi di lapangan, diperlukan
langkah penanganan secara cepat dan terpadu guna meminimalkan dampak
kekeringan terhadap pertanaman khususnya padi. Untuk itu, kami telah bermohon dukungan dan bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya penanganan dampak kekeringan, khususnya berupa dukungan sarana dan prasarana pengairan,” ungkap H. Kamaruddin.
“Yang ada sumber airnya sebagian sudah terbantu pompa tetapi banyak juga yang sudah tidak tersedia sumber air,” tambah Kadis Pertanian dan TPHP Kabupaten Sinjai, H. Kamaruddin, Selasa (8/9/2026).
Inilah laporan rekapan dampak kekeringan pada lahan pertanian berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sinjai hingga Agustus 2026. Lokasi yang disebutkan ini tidak lagi memiliki sumber air.
Kecamatan Sinjai Barat
1. Desa Bonto Salama: 3 lokasi
2. Desa Turungan Baji: 3 lokasi
3. Desa Terasa: 1 lokasi
4. Kelurahan Tassililu: 3 lokasi
Kecamatan Sinjai Timur
1. Desa Sanjai: 3 lokasi
Di Kecamatan Tellulimpoe juga terdapat laporan kekeringan namun hingga saat ini masih memiliki sumber air, yakni dari sumur bor. (ZAR)
Tim Liputan:
Izza, Nurain (mahasiswa PPL UIAD Sinjai)