MITRA DPRD
Ragam

Bambe, Tuna Netra yang Jago Bemusik dan Harapannya Bertemu Bupati


  Kamis, 27 Desember 2018 6:17 am

Bambe (pakai topi) saat berada di ruang kerja Staf Ahli Bupati Sinjai, Budiaman. (Foto: ZAR/SinjaiInfo)

Sinjai.Info, Sinjai Utara, — Seorang penyandang disabilitas Tuna Netra asal Desa Samaturue, Kecamatan Tellu Limpoe, Bambe, 43 tahun, datang ke Kantor Bupati Sinjai, Kamis (27/12/2018) pagi.

Ia yang didampingi salah satu pengurus LSM, Muh. Said Mattoreang, ingin bertemu Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa. Namun karena Bupati tengah berada di ruang pola menghadiri acara Musrenbang, maka ia hanya diterima Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Budiaman.

Di ruang kerja Staf Ahli Bupati, Bambe menuturkan alasannya yang ingin bertemu Bupati Sinjai.

“Meski mata saya tidak bisa melihat, tapi saya punya keahlian menyanyi dan memainkan alat musik keyboard (organ tunggal), pak. Andai bertemu pak Bupati, saya ingin beliau memfasilitasi saya mendapatkan bantuan alat musik,” tutur Bambe penuh harap.

Di Samaturue, Bambe tinggal bersama Minah, ibunya. Ayahnya sudah lama meninggal dunia. Sementara kakaknya kini tinggal di Kabupaten Gowa.

Untuk kebutuhan sehari-hari, pria yang lahir pada 1975 ini hanya berharap dari uluran tangan para tetangga. Ia bisa membeli beras dan kebutuhan lainnya jika kebetulan ada pemilik elekton yang memanggilnya menyanyi di acara pengantin.

“Jika menyanyi di acara pengantin biasanya saya dikasi uang 50 hingga 100 ribu, pak. Tapi kalau bukan musim pengantin, untuk kebutuhan sehari-hari kami hanya berharap tetangga yang membantu,” kata Bambe yang menguasai lagu bergenre dangdut dan Bugis -Makassar.

Bambe menderita buta permanen pada usia 4 tahun. Saat itu ia terkena Campak. Kondisi yang serba kekurangan saat itu membuat orang tuanya tidak memiliki biaya pengobatan.

Staf Ahli Bupati Sinjai, Budiaman yang mendengar penuturan Bambe, mengapresiasi semangat yang dimiliki Bambe.

Ia bahkan mendorong melalui Lembaga Swadaya Masyarakat, untuk memfasilitasi kreativitas bermusik yang dimiliki Bambe.

“Kalau bisa difasilitasi membentuk sebuah kelompok musik. Jika kelompok ini terbentuk saya yakin banyak pihak yang akan membantu termasuk Pemerintah Desa,” usul Budiaman kepada pengurus LSM yang mendampingi Bambe.

Bantuan peralatan musik untuk kelompok musik yang terbentuk nantinya, tambah Budiaman, merupakan langkah yang efektif untuk meringankan beban keluarga Bambe.

“Kalau kelompok tersebut sudah memiliki elekton, kan bisa disewa. Otomatis merupakan sumber pendapatan,” pungkasnya. (ZAR)

Berita Populer

PT. Puzacha Utama Mandiri ©2015-2019 I All Right Reserved

To Top