Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Madaya Sinjai bersama Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa kembali melanjutkan ikhtiar sosialnya di Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat.
Setelah penyaluran paket sekolah untuk siswa yatim dhuafa dan paket sembako lansia, pada bidang pendidikan dan penguatan sosial ekonomi, kali ini Madaya menghadirkan kegiatan yang jarang disentuh namun sangat esensial bagi umat, yakni pelatihan pemulasaran jenazah yang dirangkaikan dengan penyerahan lima unit keranda jenazah untuk lima masjid se-Desa Arabika.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Madaya Sinjai, LPM Dompet Dhuafa, dan Samaturu EduCircle Indonesia.
Penyerahan keranda jenazah menjadi perhatian tersendiri karena bantuan semacam ini tergolong langka. Keranda tidak hanya dimaknai sebagai sarana fisik, tetapi juga simbol kepedulian sosial dan penghormatan terhadap martabat manusia dalam menjalankan kewajiban fardhu kifayah.
Pelatihan yang diadakan pada Minggu siang, 18 januari 2026 di Mesjid Nurul Ihsan Arabika, diikuti oleh berbagai unsur masyarakat lintas generasi, mulai dari pemuda desa, KSR SMA Negeri 14 Sinjai, mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), majelis taklim dari lima dusun, hingga tokoh masyarakat dan tokoh adat.
Materi disampaikan oleh Ustadz Muhammad Yasin Marsuki, Ketua BKPRMI Sinjai Barat sekaligus pendiri Rumah Tahfiz Ar Rahma Balakia, sementara praktik langsung pemulasaraan jenazah dipandu oleh tokoh agama setempat, Ust Muh Daud Syam, bersama istri, meliputi tata cara memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga penguburan jenazah.
Dalam sambutannya, Ramly Usman, perwakilan Madaya Sinjai dan Dompet Dhuafa, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyerahan bantuan.
“Hari ini kita tidak hanya menyerahkan keranda dan pelatihan, tetapi sedang menyiapkan masyarakat yang bermartabat, masyarakat yang siap melayani sesama, serta kuat secara sosial dan keagamaan. Kita mungkin belum tahu siapa yang akan menggunakan keranda ini pertama kali, tetapi kita tahu bahwa setiap kita suatu hari nanti akan membutuhkannya. Karena itu, mari kita siapkan diri, bukan hanya alatnya, tetapi juga ilmunya dan keikhlasannya,” ujarnya.
Sebagai kawasan pemberdayaan berbasis masyarakat yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa, Madaya Sinjai hadir sebagai ruang pendampingan jangka panjang bagi masyarakat. Seluruh program yang dijalankan merupakan bagian dari kerja sosial Dompet Dhuafa, dengan pendekatan pemberdayaan yang utuh dan terintegrasi.
Melalui kegiatan ini, kata Ramly, Madaya Sinjai berupaya membersamai umat tidak hanya dalam keseharian, tetapi juga hingga pada langkah terakhir kehidupan, dengan adab, ilmu, dan praktik baik. (Adv)