Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Pengarusutamaan gender (PUG) adalah strategi pembangunan untuk mengintegrasikan perspektif gender ke dalam seluruh proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan, program, serta kegiatan. Dengan kata lain, tujuan utama PUG adalah mencapai kesetaraan dan mewujudkan keadilan.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif saat membuka acara Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) yang dilaksanakan di Aula Gedung Layanan Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Sinjai, Rabu (14/10/2026).
Acara yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sinjai ini bertujuan memastikan bahwa kebijakan, program, kegiatan, dan anggaran daerah benar-benar mampu memberikan manfaat yang adil bagi perempuan dan laki-laki di kabupaten Sinjai.
Dalam sambutannya, Bupati Sinjai berharap agar Pengarusutamaan Gender atau PUG bukan hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, tetapi merupakan strategi pembangunan yang harus diterapkan oleh seluruh perangkat daerah sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangannya masing-masing.
“Karena itu, pemahaman mengenai perencanaan dan penganggaran yang responsif gender tidak cukup hanya bersifat teoritis. Saya berharap melalui bimbingan teknis ini, para peserta mampu menerapkannya secara nyata dalam dokumen perencanaan perangkat daerah,” tegas Bupati Hj. Ratnawati.
“Dalam hal ini, saya juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan sinergi antara perangkat daerah, terutama antara unsur perencana, pengelola keuangan, serta perangkat daerah yang memiliki tugas dalam pengarusutamaan gender,” jelasnya.
Bupati menekankan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta semata, tetapi menghasilkan perubahan dalam praktik perencanaan di masing-masing perangkat daerah. Mulai dari penyusunan dokumen perencanaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi serta pelaporan harus semakin memperhatikan perspektif gender.
Acara ini menghadirkan Erlan Triska dan Pebriani dari Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Narasumber, serta Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sinjai bersama jajaran sebagai leading sector Bimtek PPRG Tahun 2026. (Adv/ZAR)