Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Ketua DPRD Sinjai, Andi Jusman, mendesak Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk segera melakukan penanganan serius terhadap penyebab banjir yang rutin terjadi di wilayah Kecamatan Sinjai Utara sebagai ibukota Kabupaten Sinjai.
Penanganan seperti pengerukan drainase ungkapnya, mesti dilakukan secara terus menerus khususnya di anak Sungai Bontompare yang membelah pusat kota Sinjai.
“Pengerukan drainase itu harus rutin dilakukan, apalagi intensitas hujan di Sinjai cukup tinggi,” ungkapnya, Minggu (19/7/2026) pagi.
Yang paling penting pula jelasnya, yakni pembangunan Embung dan kolam retensi untuk menampung luapan air dari anak Sungai Bontompare.
Sejak tahun 2023 rencana pembangunan Embung dan kolam retensi untuk mencegah banjir di wilayah kota pernah digulirkan. Bahkan Detail Engineering Design atau DED proyek sudah dibuat oleh Pemkab Sinjai. Untuk pembangunan Embung direncanakan dengan anggaran Rp30 milyar, sementara kolam retensi Rp1,5 milyar.
Hanya saja tiga tahun hampir berlalu belum ada progres positif dari rencana pembangunan tersebut, sementara banjir setiap tahunnya menjadi momok bagi warga yang bermukim di Kecamatan Sinjai Utara. Seperti halnya banjir yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) pagi, dengan ketinggian air mencapai satu meter. (Adv/ZAR)