Sinjai.Info, Sinjai Barat,– Kesulitan mendapatkan sumber air di tengah musim kemarau menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman kebakaran yang menghanguskan 4 unit rumah di Dusun Karampuang, Desa Botolempangan, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Senin (19/10/2026) dini hari.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 01.13 WITA. Warga sekitar tiba-tiba melihat gumpalan asap dan kobaran api dari dalam rumah milik Siming (60 tahun), seorang ibu rumah tangga. Warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, namun keterbatasan air membuat api tak terkendali hingga merembet ke tiga rumah di sebelahnya.
Pemadaman baru bisa maksimal setelah 2 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu arus pendek listrik atau korsleting yang bermula dari rumah korban Siming.
Nahas, dalam kejadian tersebut pemilik rumah, Siming, ditemukan tewas. Korban yang tinggal seorang diri diketahui dalam kondisi kurang sehat dan tidak bisa berjalan leluasa karena faktor usia, sehingga diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api membesar dalam keadaan tidur nyenyak.
Selain menelan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian material yang sangat besar.
Berikut data korban jiwa dan kerugian yang dialami korban kebakaran:
- Siming (60 tahun), ibu rumah tangga,– 1 unit rumah panggung beserta isinya dan 1 unit motor ludes terbakar
- Muh. Suardi (57 tahun), Anggota Polhut – 1 unit rumah permanen lantai 2 beserta isinya dan 2 unit motor hangus
- Rauna (70 tahun) – 1 unit rumah permanen beserta isinya habis terbakar. Kerugian Rp 75 juta.
- Harfin (56 tahun), ASN, – 1 unit rumah permanen beserta isinya dan 1 unit motor hangus
(ZAR)