Sinjai.Info, Sinjai Utara,– “Ini bagus. Selain gratis, saya juga bisa tahu kondisi kesehatan saya,” kata Nurhafidza, siswi baru MAN 1 Sinjai, sambil memegang kertas daftar periksa yang dibagikan petugas kesehatan. Ia antre menunggu diperiksa.
Di sebelahnya, Giandra Kailash mengangguk. “Saya pernah ikut sekali waktu masih di pondok pesantren dan gratis. Kalau di klinik biasanya bayar walau terjangkau. Di sini di MAN 1 juga gratis. Mudah-mudahan di sekolah ini dilakukan pemeriksaan rutin, biar kami tahu kondisi kesehatan kami,” ujarnya.
Pernyataan dua siswa itu menggambarkan suasana Kamis pagi (20/8/2026) di MAN 1 Sinjai, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai. Di aula madrasah, antrean panjang siswa laki-laki dan perempuan menunggu giliran diperiksa petugas kesehatan dari Puskesmas Balangnipa. Ada 85 siswa laki-laki dan 104 siswi yang mengikuti Cek Kesehatan Gratis, atau CKG.
Bagi mereka, CKG bukan sekadar formalitas. Ini soal rasa tenang. Tahu gula darahnya normal, HB-nya cukup, mata dan telinganya sehat, giginya tidak berlubang. Petugas juga bertanya soal kebiasaan merokok, lalu mengedukasi bahayanya.
“Yang diperiksa lengkap. Gula, HB, mata, telinga, gigi, kejiwaan, kulit, tekanan darah, tinggi berat badan. Kami juga tanya soal rokok,” kata Hasdiana, petugas CKG Puskesmas Balangnipa disela-sela pemeriksaan kesehatan di MAN 1 Sinjai.
Kepala Puskesmas Balangnipa, Mustamin, menyebut CKG adalah bentuk deteksi dini. “Selain mendukung program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo, CKG berkala ini penting. Kalau ada kendala kesehatan bisa diantisipasi sejak dini. Ini juga bekal bagi anak-anak menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.
Lanjut Mustamin, semangat yang mereka bangun di Puskesmas Balangnipa demi suksesnya program ini adalah “Cek Kesehatan Gratis: Cegah Dini, Tuntas Obati”.

Komitmen itu ternyata tidak hanya di MAN 1. Hari yang sama, di SMP Negeri 1 Sinjai, sembilan petugas kesehatan juga sibuk melayani 143 siswa laki-laki dan 177 siswi. Suasana sama: antre, tanya jawab, lalu lega setelah selesai diperiksa.
Di balik keramaian di sekolah-sekolah itu, ada rapat besar beberapa hari sebelumnya di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai. Pemerintah Kabupaten Sinjai menggelar Rakor dan Advokasi Pelaksanaan CKG 2026 sebagai dukungan terhadap Program Hasil Terbaik Cepat, PHTC.
Rapat dibuka Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa mewakili Bupati. Hadir Forkopimda, kepala OPD, TP-PKK, DWP, akademisi, dan unsur terkait lain.
“Rakor ini adalah wadah untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, dan komitmen bersama lintas sektor,” ujar Sekda membacakan sambutan Bupati.
Ia menegaskan kesehatan bukan urusan satu sektor. “Keberhasilannya butuh dukungan aktif pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat,” tambahnya.
Sekda juga mengajak semua pihak mengoptimalkan CKG di wilayah masing-masing, mengedukasi masyarakat soal pentingnya cek rutin, dan memastikan layanan berjalan ramah dan berkualitas.
Kepala MAN 1 Sinjai, Hasiah, menyambut baik program ini. “Kami berharap program CKG Sekolah tidak berhenti di pemeriksaan. Tapi juga membangun kesadaran warga madrasah untuk hidup sehat setiap hari,” harapnya.
Program CKG Sekolah memang menyasar target besar. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (kemenkes) yang dirilis sejak 2025 lalu, Kemenkes menargetkan sebanyak 53 juta peserta didik di seluruh Indonesia mengikuti program Cek Kesehatan Gratis. Program ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden dan Wakil Presiden, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat layanan kesehatan preventif sejak usia dini.
Program CKG juga ditargetkan menjangkau 282.317 satuan pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, termasuk madrasah, pesantren, serta sekolah rakyat di bawah binaan Kementerian Sosial.
Dari antrean di aula MAN 1 hingga ruang kelas di SMP 1, satu hal yang sama: anak-anak Sinjai ingin sehat. Dan lewat CKG, negara hadir menjemput mereka lebih dulu, sebelum sakit datang. (Zainal Abidin)