Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, melakukan pemaparan di hadapan Tim Verifikator dalam Verifikasi Lapangan South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026 di Command Center, Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Selasa (21/07/2026).
Kabupaten Sinjai berhasil masuk sebagai salah satu nominator dalam SSIC 2026. Kegiatan verifikasi ini dilaksanakan oleh Dinas PTSP selaku leading sector dan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sinjai, serta kepala perangkat daerah terkait, yakni Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala DLHK, Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, termasuk Camat Sinjai Timur dan Kepala Desa Tongke-Tongke.
Verifikasi Lapangan SSIC 2026 merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian penilaian South Sulawesi Investment Challenge, yaitu kompetisi penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan melalui Forum PINISI SULTAN. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas proyek investasi daerah agar siap ditawarkan kepada calon investor.
Dalam pemaparannya, Sekda Sinjai menjelaskan usulan investasi daerah yang bertajuk PRIMA SINJAI (Pusat Industri Minyak Ikan Andalan Sinjai). Andi Jefrianto Asapa mengungkapkan bahwa proyek tersebut mengusung konsep hilirisasi perikanan berkelanjutan berbasis Blue Economy dan Zero Waste sebagai upaya mendorong pengembangan sektor perikanan melalui peningkatan nilai tambah hasil produksi. Rencananya, kawasan industri ini akan dibangun di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur.
Dengan status proyek “Clean and Clear, Ready to Offer”, Pemerintah Kabupaten Sinjai menunjukkan bahwa proyek investasi dengan estimasi Rp127,36 miliar yang diusulkan dinilai siap dari aspek legal, administratif, dan teknis.
Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Sinjai, Lukman Dahlan, memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam investasi melalui motto PTSP yang berprinsip ramah investasi dan bersih melayani. Ia memastikan segala bentuk pengurusan investasi berjalan secara optimal dan bebas gratifikasi.
Sekda Andi Jefrianto juga menyampaikan bahwa proyek tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Menurutnya, Kabupaten Sinjai memiliki sumber daya manusia yang potensial, didukung oleh keberadaan dua SMK bidang Perikanan serta dua perguruan tinggi yang memiliki fakultas bidang Pertanian dan Kelautan sebagai penyedia tenaga kerja di sektor tersebut.
Dalam pemaparan tersebut, Sekda Sinjai mengapresiasi seluruh jajaran perangkat daerah serta seluruh pihak terkait yang berkontribusi dalam pengusulan proyek investasi tersebut. Ia berharap proyek ini dapat terwujud dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan nilai tambah potensi unggulan, membuka peluang kerja, memperkuat iklim investasi, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Adv)