Salah satu masjid yang ramai oleh jemaah selama bulan suci Ramadan di Kabupaten Sinjai adalah Masjid Agung Nujumul Ittihad. Masjid ini berada di pusat kota Sinjai. Pembangunannya diinisiasi oleh Bupati Sinjai, Andi Bintang Makkulau. Nujumul Ittihad sarat nilai historis, salah satunya menyatukan partisi yang menghambat aktivitas sosial di Kabupaten Sinjai.
Oleh: Zainal Abidin Ridwan
Identitas kerajaan masa lalu masih menjadi partisi dalam aktivitas kehidupan sosial masyarakat Sinjai pada awal tahun 1970-an. Identitas ini kerap menjadi pemantik perselisihan yang berujung tawuran antar pemuda di daerah Cakkempong –wilayah yang dicap sebagai batas antara wilayah Kerajaan Lamatti dan Kerajaan Bulo-bulo di Kecamatan Sinjai Utara.
Andi Bintang yang diamanahkan menjadi Bupati di Sinjai pada tahun 1971 melihat persoalan ini akan menghambat proses pembangunan jika dibiarkan berlarut-larut. Sehingga ia berinisiatif memusatkan aktivitas pemerintahan di daerah ‘texas’ bernama Cakkempong. Lalu dibangunlah kantor bupati –sekarang menjadi kantor Dinas Perkimtan, dan dibangun pula kantor DPRD –sekarang menjadi Auditorium Andi Azikin.
Andi Bintang juga melakukan pendekatan dari aspek religius guna mencegah tawuran di daerah Cakkempong. Ia pun menginisiasi pembangunan masjid yang kemudian diberi nama Masjid Agung Nujumul Ittihad. Sebenarnya oleh warga setempat masjid ini rencananya diberi nama Masjid Andi Bintang, namun ditolak oleh Bupati Andi Bintang meski ia adalah inisiator pembangunannya.

“Andi Bintang menolak namanya dijadikan nama masjid karena menganggap banyak orang yang menyumbang selama proses pembangunannya. Termasuk pegawai negeri pada masa itu. Kemudian dicari nama lain, lalu disepakatilah Nujumul Ittihad yang artinya Bintang Pemersatu,” ucap Ketua Pengurus Masjid Agung Nujumul Ittihad Sinjai, H. Zainuddin Fatbang.
Zainuddin Fatbang yang juga mantan Sekretaris Daerah (sekda) Sinjai ini menyebutkan beberapa peran penting Andi Bintang dalam membangun infrastruktur di pusat kota Sinjai.
“Cakkempong itu jika dibahasa Indonesiakan bermakna cekukan karena di depan masjid ini dulunya rawa-rawa, sehingga Bupati Andi Bintang berinisiatif melakukan penimbunan kemudian terbangun jalan dan beberapa kantor pemerintahan di Cakkempong,” terang Zainuddin Fatbang.
Masa pemerintahan Andi Bintang sebagai Bupati Sinjai berakhir pada tahun 1983. Kepemimpinannya dilanjutkan oleh Bupati Andi Arifuddin Mattotorang. Di masa pemerintahan Andi Arifuddin, Masjid Agung Nujumul Ittihad semakin ramai oleh jemaah. Majelis taklim dan remaja masjidnya pun aktif berkegiatan. Bahkan anak Bupati Andi Arifuddin yang juga vokalis Band PADI, Andi Fadly Arifuddin belajar mengaji di Masjid Agung Nujumul Ittihad Sinjai. (*)