Sinjai.Info, Sinjai Selatan, – Puluhan guru dan tutor dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cendekia Paripurna Bangsa mengikuti workshop penguatan literasi yang mengusung tema “Membangun Literasi Bersama melalui Peran Guru, Orang Tua, dan Masyarakat demi Mewujudkan Pendidikan Berkarakter”, Selasa (2/6/2026) pagi di Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan. Workshop ini juga diikuti Tutor dari PKBM lain, serta orang tua angkat dari beberapa sekolah.
Kegiatan yang dibuka Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Sinjai, Muhammad Ridwan, ini bertujuan meningkatkan kompetensi tutor PKBM dalam mengajarkan literasi dasar dan digital kepada peserta didik, sekaligus mendorong kolaborasi pentahelix pendidikan.
Kepala PKBM Cendekia Paripurna Bangsa, Mista mengatakan literasi menjadi kunci utama untuk mencetak generasi berkarakter di era informasi. “Workshop ini tidak hanya memberi metode mengajar, tapi juga menekankan pentingnya sinergi guru, orang tua, dan masyarakat agar proses belajar lebih efektif,” ujarnya.

Sebagai narasumber, Pegiat Literasi dan penulis buku Zainal Abidin Ridwan menyampaikan materi “Pentahelix Pendidikan: Kolaborasi Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media”. Ia menekankan lima unsur itu harus berjalan bersama agar literasi numerasi, sains, digital, finansial, dan budaya bisa tumbuh di PKBM.
“Guru sebagai akademisi, pelaku usaha yang menyediakan sarana, komunitas sebagai penggerak, pemerintah sebagai regulator, dan media sebagai penyebar informasi. Kalau satu lemah, literasi anak didik juga ikut lemah,” jelas Zainal.
Selain pemaparan teori, peserta juga diajak praktik membuat permainan edukatif sederhana dan strategi pendekatan literasi dasar sesuai usia belajar warga belajar kesetaraan. Antusiasme tutor terlihat saat sesi diskusi dan simulasi kelas.
Muhammad Ridwan dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif PKBM CPB. Ia berpesan agar hasil workshop segera ditindaklanjuti dengan program literasi rutin di setiap kelas. “Disdik Sinjai siap mendukung, karena peningkatan literasi numerasi dan karakter adalah prioritas kami,” katanya.
Workshop ditutup dengan komitmen bersama seluruh tutor untuk menerapkan metode yang dipelajari dan membangun jejaring dengan orang tua serta komunitas setempat. (Adv)