Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Sebagai upaya mendukung implementasi program perhutanan sosial di Kabupaten Sinjai, Perhutanan Sosial menggelar workshop pembentukan Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial (Pokja PPS) dan forum multipihak.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Wisma Sanjaya, Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Sinjai Utara, Senin (20/04/2026) pagi.
Workshop tersebut dihadiri perwakilan Balai Perhutanan Sosial Gowa, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Sinjai, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tangka, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Sekretaris Daerah Sinjai, Andi Jefrianto Asapa dalam sambutannya menekankan pentingnya perhutanan sosial sebagai kebijakan strategis, mengingat luas kawasan hutan di Kabupaten Sinjai mencapai sekitar 15 ribu hektare.
“Kawasan hutan di Kabupaten Sinjai memiliki luas kurang lebih 15 ribuan hektare. Data ini menunjukkan tingkat ketergantungan penghidupan masyarakat terhadap kawasan hutan. Oleh karena itu, perhutanan sosial merupakan kebijakan yang cukup strategis untuk dikembangkan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah ada 18 desa di tujuh kecamatan yang memperoleh akses legal persetujuan perhutanan sosial dengan total luas mencapai 4.771 hektare.
Meski demikian, optimalisasi pengembangan program tersebut, kata dia, masih membutuhkan peran aktif pemerintah daerah melalui wadah kolaboratif seperti Pokja PPS.
“Optimalisasi dalam pengembangan perhutanan sosial membutuhkan peran aktif pemerintah kabupaten sehingga Pokja ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang baik,” jelasnya.
Dalam kondisi keterbatasan fiskal, lanjutnya, pemerintah dituntut lebih cermat dalam mengelola sumber daya dengan mengedepankan efisiensi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Efisiensi bukan sekadar penghematan, tetapi bagaimana memastikan setiap rupiah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia pun menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong keberhasilan program perhutanan sosial.
“Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, BUMN/BUMD, akademisi serta masyarakat harus terus diperkuat untuk menghadirkan solusi pembiayaan dan inovasi pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.
Di akhir sambutannya, Andi Jefrianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam workshop ini. Kebersamaan dan komitmen kita merupakan modal utama dalam mewujudkan Kabupaten Sinjai yang maju, sejahtera, mandiri, dan berkeadilan,” pungkasnya.(Adv)