Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Kursi dan meja kayu di dalam ruang kelas MTsN 4 Sinjai pagi itu dipenuhi antrean. Di antara 309 siswa yang menunggu giliran, ada Khairil Fahmi yang duduk paling depan. Tangannya memegang kartu pemeriksaan. Matanya mengintip ke dalam ruangan tempat tim Puskesmas Balangnipa menyiapkan timbangan dan tensimeter.
Anak nelayan itu jarang ke dokter. Selama ini, ia baru ke tempat pelayanan kesehatan kalau badan sudah benar-benar sakit. Itupun harus menunggu ayahnya pulang dari melaut.
“Senang sekali ada cek kesehatan gratis. Jadi tahu kondisi badan kita dan bisa langsung ditindaklanjuti kalau ada yang kurang sehat,” ujar Khairil, Kamis (27/8/2026), usai namanya dipanggil petugas.
Pada kursi antrean sebelumnya, Mutmainnah merapikan jilbabnya. Ia baru selesai ditimbang dan diukur tinggi badan. Hasilnya dicatat rapi di buku. Bagi siswi kelas 8 ini, kegiatan pagi itu lebih dari sekadar formalitas.
“Dengan cek kesehatan kita jadi tahu harus jaga makan dan olahraga. Semoga tiap tahun ada lagi,” kata Mutmainnah.
Ia berharap program seperti ini tidak berhenti di tahun ini. “Alhamdulillah saya sudah dua kali ikut pemeriksaan kesehatan gratis. Sejak kelas tujuh, dan sekarang kelas delapan. Senang bisa tahu kondisi kesehatan,” tambahnya.
Antusiasme dua siswa itu menular ke satu lapangan. MTsN 4 Sinjai Kecamatan Sinjai Utara memang bekerja sama dengan Puskesmas Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara untuk menggelar Cek Kesehatan Gratis atau CKG secara bertahap. Satu per satu siswa dipanggil. Pemeriksaan meliputi tinggi dan berat badan, tekanan darah, kesehatan gigi, hingga pemeriksaan umum lainnya.
Sekolah Menyambut, Puskesmas Bergerak
Plt. Kepala MTsN 4 Sinjai, Darmawati Syamsuddin, menyambut baik program tersebut. Usai rapat dengan para guru Ia berjalan ke ruangan tempat para siswa antre, dan memantau jalannya kegiatan dari awal hingga istirahat.
“Kami sangat menyambut baik dan gembira dengan adanya program cek kesehatan gratis ini. Dengan adanya kegiatan ini, masalah kesehatan siswa dapat dideteksi dan ditindaklanjuti secara cepat,” ujar Darmawati.
Ia menjelaskan, pemeriksaan menyasar seluruh siswa MTsN 4 Sinjai yang berjumlah 309 orang. Namun karena keterbatasan waktu dan banyaknya siswa yang harus dilayani, maka pelaksanaan CKG dilakukan bergelombang. Tidak bisa selesai dalam satu hari. “Yang penting semua kebagian. Kami atur jadwal kelas supaya kegiatan belajar tidak terganggu,” katanya.
Bagi Darmawati, pemantauan kesehatan sejak dini bukan sekadar kewajiban. Ini soal memastikan anak-anaknya bisa belajar dengan tenang. Dengan catatan kesehatan yang jelas, siswa yang ditemukan memiliki kendala bisa segera diarahkan ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut. “Kalau badannya sehat, pikirannya fokus. Belajar juga jadi optimal,” ujarnya.
Program ini memang sedang dikebut di seluruh sekolah. Khusus Puskesmas Balangnipa, untuk tingkat SMP sederajat, jadwal CKG berlangsung 18 Agustus 2026 sampai 7 September 2026. Sementara untuk SMA sederajat, 18 Agustus 2026 sampai 4 September 2026. Tim Puskesmas Balangnipa harus membagi waktu, berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, menegaskan dukungannya. Ia melihat CKG bukan hanya kegiatan seremonial, tapi investasi jangka panjang.
“Sebagai Kadis Pendidikan Sinjai, saya tentu mendukung penuh pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di sekolah-sekolah. Ini sejalan dengan pesan Pak Presiden Prabowo, yang mengharapkan semua anak-anak Indonesia lebih sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan. Terutama menyongsong Generasi Emas 2045,” ungkapnya.
Menurut Irwan, program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat atau PHTC Presiden Prabowo Subianto. Program ini juga merupakan turunan dari Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan jelasnya, adalah hal yang mutlak dilakukan untuk tercapainya tujuan yang dicita-citakan.
“Tujuannya menghadirkan dampak nyata dan cepat bagi masyarakat, khususnya bagi para pelajar di Kabupaten Sinjai. Jadi wajib kita sukseskan bersama,” tegasnya.
Capaian Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sinjai
Di balik antrean di MTsN 4 Sinjai, ada kerja besar yang sedang berlangsung di 16 Puskesmas se-Kabupaten Sinjai. Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Andi Julia Arisanti, data capaiannya di-update setiap saat menggunakan aplikasi ‘ASIK’.
Berdasarkan Data Laporan Pemeriksaan Kesehatan Gratis hingga 26 Agustus 2026, target pelayanan di Sinjai ditetapkan sebanyak 121.499 warga. Hingga data terakhir, sebanyak 119.062 orang sudah dilayani.
Angka itu berarti 97,99 persen target sudah tercapai. Tinggal sedikit lagi Sinjai menuntaskan target nasional di sektor pemeriksaan dasar ini.
Yang menarik, ada 9 Puskesmas yang justru melampaui target 100 persen. Mereka bekerja ekstra, menjemput bola ke sekolah dan desa. Kesembilan Puskesmas itu adalah Pulau Sembilan, Tengngalembang, Manipi, Borong Kompleks, Biji Nangka, Mannanti, Lappae, Aska, dan Manimpahoi.

Capaian di atas 100 persen ini menunjukkan semangat nakes di lapangan. Di Pulau Sembilan misalnya, akses laut jadi tantangan. Tapi tim tetap menyeberang demi memastikan tidak ada warga yang terlewat. Di Tengngalembang dan Manipi, petugas bahkan menembus akses jalan di antara lebatnya pohon pinus dan kebun sayur di kaki Gunung Bawakaraeng tersebut. Semua demi memastikan masyarakat khususnya pelajar bisa merasakan dampak program.
Angka 97,99 persen itu bukan sekadar statistik. Di dalamnya ada nama-nama seperti Khairil dan Mutmainnah. Ada ratusan ribu warga lain yang untuk pertama kalinya tahu tekanan darahnya, berat badannya, dan kondisi giginya.
Harapan di Akhir Antrean
Siang usai pemeriksaan kesehatan, Khairil masih duduk di bangku. Ia menunjukkan hasil pemeriksaannya ke teman. Berat badan ideal, tekanan darah normal. Ia tersenyum. Pun sama dengan Mutmainnah yang sudah lebih dulu berbicara dengan teman-temannya mengenai hasil pemeriksaan. Ekspresi senangnya menunjukkan betapa ia sangat berharap petugas Puskesmas Balangnipa kembali lagi melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah mereka.
Dari halaman madrasah sederhana di Sinjai Utara, program kesehatan nasional itu terasa nyata. Tidak muluk-muluk. Hanya timbangan, tensimeter, dan beberapa pertanyaan sederhana. Tapi cukup untuk membuat dua siswa ini, dan ribuan lainnya, mulai peduli pada tubuhnya sendiri.
Selama 16 Puskesmas terus bergerak, selama sekolah membuka pintu, dan selama ada anak seperti Khairil dan Mutmainnah yang mau antre, maka pesan Presiden tentang Generasi Emas 2045 tidak akan berhenti jadi slogan. Ia dimulai dari sini, Cek Kesehatan Gratis: Cegah Dini, Tuntas Obati. (Zainal Abidin)