Serba-serbi Hari Kartini di Sinjai; Dongeng Keliling hingga Kebaya Nasional

Dongeng keliling dilaksanakan Dispusip Sinjai di Hari Kartini tahun 2026 (FOTO: dispusip)

Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Hari Kartini di Kabupaten Sinjai diperingati dengan ragam kegiatan oleh lembaga pendidikan dan organisasi perangkat daerah. Ada yang dalam bentuk pelayanan publik, pun dalam tampilan menggunakan baju adat dan kostum nasional.

Di kantor Pengadilan Negeri Sinjai, seluruh pegawai perempuan mengenakan kebaya, sementara pegawai laki-laki mengenakan pakaian adat nusantara. Dengan seragam tersebut mereka melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Staf kantor Pengadilan Negeri Sinjai melayani pemohon dengan mengenakan kebaya nasional, ini dalam rangka Hari Kartini (FOTO: Kari)

Suci Astri Pramawati yang juga Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sinjai mengatakan, untuk jam pelayanan tetap seperti biasa, yakni Pkl.08.00 hingga Pkl.15.00 wita.

“Yang membedakan hanya seragam staf kami, karena kebetulan hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini,” ungkap Suci, Selasa (21/4/2026). Ia mengajak semua perempuan di Sinjai meneladani R.A.Kartini sebagai sosok perempuan yang berjuang di bidang literasi.

Sementara itu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (dispusip) Kabupaten Sinjai, melaksanakan layanan Dongeng Keliling (dongkel) di TK Negeri 1 Sinjai. Dongkel ini juga digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Kartini. Semua pegawai Dispusip mengenakan batik dan kebaya nasional pada kegiatan ini.

Dialog interaktif dengan murid TK disela-sela layanan Pusdongkel oleh Dispusip Sinjai (FOTO: doc/Dispusip)

“Pusdongkel ini dihadiri langsung pak kadis bersama teman-teman kami di Dispusip. Kami sertakan pula kak Ima sebagai pendongeng untuk menyemarakkan kegiatan ini,” terang Kepala bidang layanan, TIK dan kerjasama perpustakaan Dispusip, Ikbal.

Mendongeng di Hari Kartini ungkapnya, adalah cara edukatif merayakan emansipasi wanita dengan menanamkan nilai keberanian, pendidikan, dan kesetaraan pada anak-anak. Kisah RA Kartini yang gemar membaca diharapkan dapat menginspirasi anak untuk pantang menyerah. (Kari/ZAR)