Sinjai.Info, Sinjai Utara,— Menjadi remaja dan dewasa muda di era modern sering kali menghadapkan seseorang pada tekanan yang tidak kasatmata. Mulai dari tuntutan akademis, karier, drama relasi romantis, hingga fenomena overthinking dan kecemasan akan masa depan (quarter-life crisis) yang kerap mengintai kesehatan mental generasi produktif saat ini. Sayangnya, tidak semua orang memiliki ruang aman (safe space) untuk sekadar bercerita dan mencari solusi.
Memahami keresahan tersebut, Seduhasta Coffee Shop di Kabupaten Sinjai mengambil langkah nyata dengan menggelar SEDUHAS-TALK: Intimate Sharing Session. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (24/5/2026) ini mengusung tema opsi menarik, yakni “Kenali, Terima, Kelola: Langkah Awal Menjaga Kesehatan Mental”.
Untuk mengupas tuntas dinamika emosi tersebut, Seduhas-Talk menghadirkan narasumber profesional, Nurhuzaifah Amini, S.Psi, M.Psi, seorang psikolog klinis umum yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun menangani berbagai permasalahan psikologis dewasa dan remaja.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, Nurhuzaifah membagikan pemahaman praktis mengenai pentingnya meningkatkan self-awareness (kesadaran diri) serta kemampuan mengelola emosi dalam kehidupan sehari-hari.
“Penting bagi kita untuk mengenali apa yang kita rasakan, menerimanya tanpa menghakimi diri sendiri, baru kemudian mengelolanya dengan strategi yang tepat,” ungkap Nurhuzaifah di hadapan para peserta.
Ia juga memperkenalkan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Mindfulness Therapy. Pendekatan ini dinilai sangat aplikatif untuk membantu anak muda memahami pola pikir mereka, mengatasi kecemasan atau depresi, serta membangun strategi coping yang lebih adaptif saat menghadapi tekanan hidup atau trauma masa lalu.

Tentang SEDUHAS-TALK
Kedai kopi yang berlokasi di Jalan Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara ini sukses disulap menjadi ruang yang hangat dan reflektif. Seduhasta membuktikan bahwa mereka tidak sekadar hadir sebagai tempat nongkrong dan minum kopi, melainkan juga sebagai wadah bertemunya komunitas untuk saling berbagi dan bertumbuh bersama.
Setiap bulan di kedai ini ada kelas pelatihan atau workshop dengan tema beragam. Berbeda dengan tempat pelatihan pada umumnya, di kedai seduhasta hanya menyiapkan space dengan daya tampung 15 hingga 18 peserta. Konsep limited & curated ini sengaja dipilih demi menjaga suasana diskusi agar tetap fokus, mendalam, dan personal.
Target peserta setiap kali workshop juga dari berbagai latar belakang, seperti dari mahasiswa, profesional muda, komunitas lokal, serta pelanggan setia Seduhasta. Program SEDUHAS-TALK di Kedai Seduhasta makin mempertegas posisi Seduhasta sebagai community driven coffeeshop—sebuah ruang publik di Sinjai yang tidak hanya menyajikan kafein, tetapi juga memperkuat koneksi antarsesama melalui diskusi yang bermakna. (Zainal Abidin)