Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Pemalang Rangkul Relawan TIK – Sinjai Info
Opini

Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Pemalang Rangkul Relawan TIK


  Minggu, 18 September 2016 3:19 am

Laporan: Zainal Abidin Ridwan

Presiden Indonesia pertama, Soekarno, pernah berujar “Beri aku seribu orang tua maka akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.Seruan penyemangat dari Soekarno atau Bung Karno ini setidaknya memberikan gambaran bahwa, betapa hebatnya kekuatan pemuda apabila kita mampu merangkulnya untuk mewujudkan sebuah visi dan misi.

Nah, semangat dari ungkapan Bung Karno ini tampaknya identik dengan ungkapan yang dilontarkan Bupati Pemalang, Jawa Tengah, H. Junaedi, meski dalam konteks berbeda.   Bagi Bupati Pemalang, cukup dengan merangkul pemuda-pemudi yang tergabung di Relawan TIK dia bisa mewujudkan harapannya menjadikan Pemalang sebagai daerah inovatif.

Bupati Pemalang, H. Junaedi, saat membawakan materi pada Festival TIK di Yogyakarta, 16 September 2016

Kenapa Relawan TIK ? Bupati Pemalang saat diundang mejadi narasumber pada kegiatan Festival  TIK di Gedung Grhatama Pustaka, Yogyakarta, Jumat (16/9/2016), mengulas perjalanan atau proses pemerintahan di Kabupaten Pemalang sejak dirinya diamanahkan menduduki tampuk kepemimpinan di daerah yang memiliki topografi pebukitan, dataran rendah dan perairan tersebut.

Saat bertutur, H. Junaedi mengaku awalnya belum tertarik memanfaatkan sentuhan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam menjalankan roda pemerintahan. “Bahkan saya ini awalnya gagap teknologi,” akunya di hadapan ratusan peserta dan pengurus Relawan TIK dari berbagai daerah. “Saya belajar dan berani melakukan terobosan karena ada orang-orang dan komunitas yang hebat dibelakang saya, dan satu diantaranya adalah Relawan TIK.” Puji Bupati Pemalang.

Bupati Pemalang mengakui bahwa peranan Relawan TIK didaerahnya cukup besar. Keinginannya yang ingin melihat 211 desa diwilayahnya memiliki website dapat terwujud berkat pendampingan dari Relawan TIK dan komunitas lainnya di Pemalang. Selain website, pendampingan lainnya yang dilakukan Relawan TIK di Pemalang adalah penerapan aplikasi persuratan secara elektonik bernama SIDEKEM . Dengan SIDEKEM, desa-desa di Pemalang terintegrasi secara online.

Eksistensi Relawan TIK di Indonesia bagi Bupati Pemalang patut diacungi jempol. Relawan TIK menurutnya adalah penggerak Agen Perubahan Informatika (API) di Indonesia. “Saya tertarik pada penerapan teknologi itu saat periode pertama saya bupati sejak ketemu bu Septi dari Kemkominfo, dan mengenal Relawan TIK dari Mas Johandri.” ungkap H. Junaedi yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati.

Kabupaten Pemalang adalah salah satu contoh daerah yang sukses melakukan perubahan. Daerah yang berada di tengah-tengah pulau Jawa, itu mampu menepis anggapan yang selama ini melekat: Pemalang hanya daerah perlintasan. Semuanya berubah ketika daerah ini dipimpin bupati yang menerapkan sentuhan teknologi dalam setiap derap langkah pemerintahannya.

Rtik

Relawan TIK dari berbagai daerah di Indonesia

Kini daerah berpenduduk 1.3 juta jiwa lebih ini bukan lagi berstatus daerah perlintasan. Pemalang telah menjadi lokasi kunjungan, dan tempat bagi daerah lain yang ingin belajar penerapan teknologi informasi dalam pemerintahannya. Festival TIK di Yogyakarta yang mengusung tagline CANDORI(baca: Kenduri) ini bukan saja menjadi ajang bagi Bupati Pemalang mengenalkan inovasi yang dilakukan didaerahnya.

Namun lebih dari itu, Festival TIK juga menjadi media bagi Relawan TIK dari seluruh Indonesia untuk berkumpul, dan membincang program pendampingan yang telah dan akan dilakukan. Meski sudah banyak hal yang dilakukan dalam mendorong lahirnya masyarakat informasi di Indonesia, namun Relawan TIK akan tetap bergerak menggagas ide cemerlangpengembangan TIK, serta mengumpulkan energi untuk mendampingi masyarakat demi tercapainya masyarakat informasi di Indonesia. Apresiasi yang diberikan oleh Bupati Pemalang kepada Relawan TIK jangan sampai membuat organisasi yang berdiri sejak tahun 2008 ini jumawa. Masih banyak pekerjaan rumah yang mesti dilakukan untuk negeri kita tercinta, Indonesia . CANDORI: We Can Do Anything For Our Country. (ZAR/Foto-foto: Fyan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

Copyright © 2018 Sinjai Info

To Top