Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Pemkab Sinjai mempercepat penurunan stunting melalui penetapan desa dan kelurahan lokus stunting tahun 2027, serta menggalakkan sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) tingkat Kabupaten Sinjai.
Topik ini dibahas di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Rabu (4/11/2026), dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sinjai, A. Mahyanto Masda. Kegiatan ini dihadiri perangkat daerah terkait, unsur Kejaksaan, para camat, Baznas, serta sejumlah kepala puskesmas.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sinjai menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga vertikal, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa dan kelurahan.
“Upaya pencegahan dan penurunan stunting sangat mengharapkan seluruh OPD terkait harus ikut berjuang dan mengambil peran. Kita harus bersama-sama memperhatikan anak-anak kita sampai ke pelosok desa dan sudut-sudut kampung,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gangguan pertumbuhan fisik atau kondisi tubuh anak yang lebih pendek dibandingkan usianya, melainkan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu agenda prioritas nasional. Pemerintah Kabupaten Sinjai pun terus berupaya mengoptimalkan berbagai program intervensi melalui lima sektor, baik intervensi spesifik di bidang kesehatan maupun intervensi sensitif yang melibatkan sektor di luar kesehatan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan pendekatan konvergensi, yakni penyelarasan berbagai program secara terpadu, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Karena itu, optimalisasi peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan harus terus diperkuat bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Tim tersebut diminta aktif turun ke lapangan untuk melakukan pendampingan intensif kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki anak balita, dengan memastikan pendataan sasaran dilakukan secara akurat melalui pendekatan by name by address.
Selain itu, Wakil Bupati juga mendorong penguatan intervensi gizi melalui optimalisasi pelayanan Posyandu di seluruh desa dan kelurahan. Pemantauan tumbuh kembang anak harus dilakukan secara rutin, disertai edukasi pemberian ASI eksklusif serta pemberian makanan tambahan bergizi, khususnya yang kaya protein hewani berbasis pangan lokal dan diberikan secara tepat sasaran.
Pada aspek pemenuhan kebutuhan dasar, ia meminta perangkat daerah terkait bersama pemerintah desa terus mendorong penyediaan air minum layak dan sanitasi keluarga, termasuk upaya mewujudkan lingkungan yang bebas dari praktik buang air besar sembarangan.
“Pemenuhan air bersih dan sanitasi ini juga sangat penting. Karena itu, saya meminta perangkat daerah terkait terus berkoordinasi dan mengupayakan berbagai program agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Wakil Bupati berharap penetapan desa dan kelurahan lokus stunting tahun 2027 tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi benar-benar menjadi dasar dalam menentukan sasaran dan prioritas intervensi yang lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran.
Sementara itu, dalam laporan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sinjai Andi Hariani Djalil, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting melalui penetapan lokus tahun 2027 serta penguatan pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Penetapan lokus menjadi salah satu langkah strategis untuk mengidentifikasi wilayah prioritas sekaligus memastikan intervensi yang dilaksanakan oleh setiap perangkat daerah dapat berjalan secara terkoordinasi sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat di masing-masing desa dan kelurahan.
Adapun melalui gerakan GENTING, diharapkan semakin banyak unsur masyarakat, lembaga, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan yang terlibat menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting, sehingga dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi dan kebutuhan dasar anak dapat semakin diperluas.
Pemerintah Kabupaten Sinjai berharap melalui penguatan sinergi lintas sektor, penetapan lokus yang tepat, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat, upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan demi mewujudkan generasi Sinjai yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Adv)