Warga Desa Baru Swadaya Perbaiki Jalan Poros, Gotong Royong Jadi Solusi di Tengah Efisiensi Anggaran

Warga Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, bergotongroyong memperbaiki jalan rusak di jalan poros Sinjai Tengah-Sinjai Selatan (FOTO: humas Desa Baru)

Sinjai.Info, Sinjai Tengah,– Gotong royong pernah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Dulu, warga bahu-membahu memperbaiki jalan, jembatan, hingga membangun rumah tetangga tanpa menunggu bantuan. Nilai kebersamaan itu kini kembali hidup di Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah. Berkurangnya anggaran pembangunan infrastruktur akibat kebijakan efisiensi membuat warga swadaya menambal jalan poros yang rusak.

Salah satu inisiator aksi, Andi Adi Jusmar, mengatakan warga Dusun Bongki patungan dan bekerja bersama memperbaiki akses Jalan Poros Banyira–Sengkang yang menghubungkan Kecamatan Sinjai Tengah dan Desa Talle, Sinjai Selatan.

“Selain kami cor jalan tersebut, kami juga menimbun beberapa titik yang sangat rawan. Kami lakukan ini karena jalannya sudah seperti kubangan saat musim hujan dan sudah beberapa kali membuat pengendara roda dua jatuh,” ujarnya.

Jalan utama itu sementara ditutup untuk perbaikan. Warga yang menuju Kantor Desa Baru, Dusun Banyira, Dusun Lopi, dan Dusun Bua diminta melewati jalur alternatif via Aho dan Jalan Kati-kati menuju Lapangan Tabuttu, lalu tembus ke Kantor Desa Baru dan Dusun Banyira.

Arfan Jaya, juga inisiator “tambal jalan” di Dusun Bua, menyebut kegiatan ini bentuk kepedulian terhadap kenyamanan dan keselamatan warga. “Kami berharap perbaikan ini memperlancar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat desa serta menjaga budaya gotong royong tetap lestari,” katanya.

Kepala Desa Baru Muhlis mengapresiasi semangat warganya. Menurutnya, efisiensi anggaran dari pusat hingga desa justru memicu solidaritas. “Ternyata keterbatasan anggaran mampu meningkatkan semangat gotong royong di desa kami,” ujarnya. (ZAR)