Pintu Irigasi Lamole di Gembok, Kadis PUPR Sinjai: Saya Lagi Rapat Bahas Ini

Tampak gembok masih terpasang pada alat pemutar pintu irigasi Lamole di Desa Lamatti Riattang. Petani berharap limpasan air dari irigasi ini untuk mengairi sawah mereka. (FOTO: akml)

Sinjai.Info, Bulupoddo,– Irigasi Lamole di Dusun Barang 2 Desa Lamatti Riattang, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai dibangun pada tahun 2022. Anggaran pembangunannya mencapai Rp.7 miliar lebih.

Saat akan dibangun prosesnya sempat terkendala oleh aksi protes dua orang warga terkait pembebasan lahan. Sementara dari Pemkab Sinjai tidak ada ganti rugi lahan karena keterbatasan anggaran. Pembangunan irigasi akhirnya tetap berjalan setelah komunikasi dan mediasi dilakukan oleh pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.

Meski proyek ini sudah selesai bukan berarti masalah selesai. Saluran irigasi yang diperkirakan mampu mengaliri 200 hektar lahan tadah hujan ini kembali berpolemik pada Januari 2026. Penyebabnya pintu air irigasi digembok oleh oknum dari Dinas PUPR Kabupaten Sinjai.

“Entah kemana lagi harus saya adukan masalah ini. Boleh dikata setiap musim pengelolaan sawah saya selalu disoroti para petani. Jadi perlu kita tau semua bahwa kejadian ini, irigasi digembok, bukan kali ini saja terjadi tapi sejak selesainya irigasi itu,” keluh Kepala Desa Lamatti Riattang, Nasrullah, kepada Sinjai Info.

Saat peristiwa ini dikeluhkan Nasrullah di media sosial dan viral, petugas dari Dinas PUPR Sinjai kemudian berinisiatif membuka gembok pemutar pintu irigasi. Hanya saja sehari setelah dibuka, pemutar untuk membuka dan menutup pintu irigasi kembali digembok.

“Selalu seperti itu, dinda. Makanya harapan saya janganmi pakai gembok supaya petani bisa menikmati irigasi itu secara maksimal,” pinta Nasrullah.

Sebagian besar lahan pertanian di Kecamatan Bulupoddo memang masuk dalam kategori tadah hujan. Sehingga keberadaan saluran irigasi sangat penting artinya bagi keberlanjutan produksi hasil pertanian warga.

Kadis PUPR ke Lokasi Irigasi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai H. Haris Ahmad, melihat langsung kondisi pintu air Lamole di Desa Lamatti Riattang, Senin (19/1/2026) pagi.

Tiga hari sebelumnya Kadis PUPR sempat memerintahkan stafnya agar membuka gembok pintu irigasi jika sudah dilakukan pemeliharaan. Hanya saja setelah dibuka, keesokan harinya gembok kembali terpasang di pintu irigasi. Buka tutup irigasi pun tidak bisa dilakukan.

“Sekarang saya ada di lokasi irigasi,” tulis Kadis PUPR”. Selain melihat kondisi irigasi, Haris mengaku akan menggelar rapat dengan beberapa komponen di Desa Lamatti Riattang guna menyelesaikan polemik ini. (ZAR)