Cegah PMK, Disnak Keswan Sinjai Vaksinasi Dua Ribu Ekor Sapi di Awal Februari 2026

Salah satu petugas dari Disnak Keswan Sinjai melakukan vaksinasi terhadap ternak sapi guna mencegah terjadinya PMK (FOTO: Humas Disnak)

Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Sinjai terus menggencarkan kegiatan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga Desember 2026. Hingga 11 Februari 2026, sebanyak 2.343 ekor sapi telah divaksin di delapan kecamatan.

Berdasarkan data Disnak Keswan Sinjai, capaian vaksinasi ternak sapi per 1–11 Februari 2026 tersebar di delapan kecamatan, yakni Sinjai Utara 154 ekor, Sinjai Barat 345 ekor, Sinjai Timur 440 ekor, Sinjai Borong 532 ekor, Tellulimpoe 492 ekor, Sinjai Tengah 464 ekor, Sinjai Selatan 126 ekor, dan Bulupoddo 254 ekor, dengan total 2.343 ekor.

Sebelumnya, pada Januari 2026, vaksinasi telah menjangkau 720 ekor ternak. Hingga saat ini, belum ditemukan kasus PMK di Kabupaten Sinjai sepanjang tahun 2026.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Ratnawati, menegaskan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi kepada peternak.

“Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sangat krusial untuk mencegah penularan pada hewan ternak,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Selain vaksinasi, Disnak Keswan juga melaksanakan sosialisasi dan KIE tentang PMK serta kegiatan desinfeksi kandang sebagai langkah antisipatif. Sebanyak 80 personel diterjunkan dan disebar di delapan kecamatan guna memastikan pelaksanaan vaksinasi dan pengawasan berjalan optimal.

Fungsional Medik Veteriner Ahli Muda Disnak Keswan Sinjai, Rustan Syuaib, menjelaskan bahwa 80 personel yang bertugas ini disebar di delapan kecamatan guna memaksimalkan proses vaksinasi dan sosialisasi dan KIE tentang PMK.

PMK ini disebabkan oleh virus yang penularannya sangat cepat antarhewan ternak. Meski demikian, penyakit ini tidak menular kepada manusia.

Pihaknya, kata Rustan Syuaib berharap, melalui vaksinasi masif, sosialisasi berkelanjutan, dan dukungan peternak, Kabupaten Sinjai dapat mempertahankan status bebas kasus PMK sepanjang 2026. (ZAR)