Dari Balik Jeruji, Asa Itu Tumbuh: Disdik Sinjai dan Bapas Watampone Perkuat Pendidikan bagi Warga Binaan

Warga binaan di Rutan Kelas IIB Sinjai saat mengikuti pelajaran di salah satu ruangan di Rutan Sinjai. (FOTO: Humas Disdik)

Sinjai.Info, Sinjai Utara,— Suasana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sinjai terasa berbeda. Di salah satu sudut ruangan, sejumlah warga binaan tampak serius memperhatikan papan tulis. Di sudut lainnya, beberapa orang sibuk merangkai kabel dan komponen elektronik. Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, harapan sedang dirajut melalui pendidikan.

Komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif kembali ditegaskan Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Watampone, Kamis (12/2/2026). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, bersama pihak Bapas di Kantor Rutan Kelas IIB Sinjai.

Sebelum prosesi penandatanganan, Irwan Suaib menyempatkan diri meninjau langsung proses pembelajaran bagi tahanan dan narapidana yang sempat putus sekolah. Ia menyaksikan kegiatan pendidikan kesetaraan yang berjalan aktif, sekaligus pelatihan keterampilan di bidang elektronik yang diikuti warga binaan dengan penuh antusias.

Di ruang belajar sederhana itu, tak terlihat sekadar rutinitas formal. Yang tampak justru semangat untuk memperbaiki diri. Setiap catatan yang ditulis, setiap kabel yang dirangkai, menjadi simbol tekad untuk memulai kembali.

“Pidana kerja sosial dan pelayanan masyarakat bukan sekadar bentuk sanksi, tetapi juga ruang pembelajaran tentang tanggung jawab, kedisiplinan, dan kontribusi positif,” ujar Irwan Suaib.

Melalui kerja sama ini, Dinas Pendidikan dan Bapas Kelas II Watampone mengatur penunjukan lokasi pelaksanaan pidana kerja sosial dan pidana pelayanan masyarakat bagi klien pemasyarakatan di Kabupaten Sinjai. Artinya, para klien tidak hanya menjalani kewajiban hukum, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Kadis Pendidikan Sinjai Irwan Suaib, bersama pimpinan Bapas Kelas II Watampone usai penandatanganan MoU. (FOTO: Humas Disdik)

Bagi warga binaan, program ini menjadi jembatan penting untuk kembali ke tengah masyarakat dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan rasa percaya diri. Pendidikan kesetaraan memberi mereka kesempatan menyelesaikan jenjang belajar yang sempat terhenti, sementara pelatihan keterampilan membuka peluang ekonomi yang lebih mandiri di masa depan.

Kerja sama ini juga mencerminkan pendekatan pembinaan yang semakin humanis. Hukuman tidak lagi dimaknai semata sebagai pembatasan kebebasan, tetapi sebagai proses pembelajaran sosial. Dengan keterlibatan aktif dalam kegiatan yang produktif, klien pemasyarakatan didorong untuk membangun kembali identitas dan peran sosialnya.

Irwan berharap, kolaborasi ini mampu melahirkan pribadi-pribadi yang lebih siap dan produktif saat kembali ke masyarakat.

“Kami berharap, melalui kolaborasi ini, para klien pemasyarakatan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih siap, produktif, dan bermanfaat,” tambahnya.

Sinergi antara Dinas Pendidikan dan Bapas Kelas II Watampone diharapkan terus berlanjut dan berkembang. Tidak hanya memperkuat sistem pembinaan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa setiap orang berhak atas kesempatan kedua.

Di Sinjai, dari balik jeruji itu, pendidikan membuktikan dirinya sebagai cahaya—kecil mungkin, tetapi cukup untuk menerangi jalan pulang. (Zainal Abidin)