Sinjai.Info, Makassar,– Pemerintah daerah Kabupaten Sinjai sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, yang fokus melakukan upaya mengantisipasi musim kemarau yang terjadi tahun ini. Apresiasi ini diungkapkan Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif, saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Senin, 20 April 2026.
Selain membahas soal antisipasi musim kemarau, Rakornas yang dipimpin Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, juga untuk menindaklanjuti prediksi kekeringan ekstrem tahun 2026 oleh BMKG yang akan berdampak terhadap hasil pertanian termasuk di Kabupaten Sinjai.
“Prediksi deterministik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau tahun ini dikhawatirkan durasinya lebih panjang dan tentunya tingkat kekeringan pun di atas normal. Inilah yang kemudian kita jadikan acuan untuk memperkuat mitigasi dan koordinasi terpadu lintas sektor dalam mencegah terjadinya dampak kemarau panjang tersebut,” ujar Ratnawati di dampingi Kepala Dinas Pertanian Sinjai, H. Kamaruddin.
Diketahui bahwa data luas panen padi di Kabupaten Sinjai mencapai 22.436 Ha pada tahun 2024, dengan total lahan pertanian potensial mencapai sekitar 23.000 hektar. Dengan demikian Pemerintah Kabupaten Sinjai menegaskan untuk mengantisipasi hal itu. Ada beberapa langkah strategis akan di persiapkan terutama fokus pada pendampingan petani, menjaga produksi dan yang utama sekali bagaimana penguatan infrastruktur irigasi yang memadai.
“Upaya lain tentunya tak kalah penting di lakukan pemerintah daerah adalah koordinasi lintas sektor, termasuk dengan kementerian atau lembaga terkait. Hal ini guna memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi dampak kemarau panjang yang bisa saja melanda Kabupaten Sinjai,” harapnya. (Adv)