Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sinjai hingga Semester I 2026 mencapai Rp60,28 miliar atau 51,74 persen dari target Rp116,50 miliar. Capaian itu disampaikan dalam Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan PAD yang digelar Pemkab Sinjai di Command Center Rujab Bupati, Rabu, 8 Juli 2026.
Monev dipimpin langsung Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif, didampingi Sekda Andi Jefrianto Asapa, dan diikuti kepala OPD serta pengelola PAD.
Kepala Bapenda Sinjai Andi Adeha Syamsuri merinci, penyumbang terbesar berasal dari Retribusi Daerah Rp38,92 miliar atau 52,48 persen dari target Rp74,15 miliar. Pajak Daerah terealisasi Rp13,13 miliar atau 40,68 persen dari target Rp32,28 miliar.
Komponen Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan bahkan melampaui target dengan capaian 106,20 persen. Sementara Lain-lain PAD yang Sah mencapai 51,51 persen.
Dari sisi OPD, BKAD mencatat realisasi tertinggi 81,72 persen, disusul Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan 80,93 persen. Sejumlah OPD lain masih didorong meningkatkan kinerja agar target tahun 2026 tercapai.
Bupati Ratnawati menegaskan monev ini untuk memastikan potensi pendapatan tergali maksimal. Ia meminta evaluasi kendala dilakukan berkala dan koordinasi antar OPD diperkuat. “Alhamdulillah kita sudah di angka 51,74. Artinya kita lanjutkan dengan kebijakan yang lebih strategis,” ujarnya.
Beberapa langkah strategis yang dipaparkan antara lain: sosialisasi kewajiban pajak, optimalisasi pembayaran non-tunai, intensifikasi dan ekstensifikasi objek pajak, pemutakhiran data wajib pajak, percepatan penagihan, pendampingan OPD dengan realisasi rendah, serta pemantauan capaian PAD tiap bulan.
Pemkab juga akan melakukan evaluasi berkala sebagai bahan penyusunan APBD Perubahan 2026 dan APBD Pokok 2027, serta mengoptimalkan pengawasan lewat aplikasi untuk transparansi dan akuntabilitas pemungutan.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Sinjai menargetkan PAD semester II terus naik guna mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan masyarakat. (Adv)