Kabut Asap di Perairan Pulau Sembilan Diduga Jadi Penyebab Tabrakan Sesama Kapal Nelayan

Salah satu nelayan di TPI Lappa mengatakan, jarak pandang di laut sangat terbatas akibat kabut asap tebal. (FOTO: Alif)

Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Kondisi asap tebal akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) diberbagai wilayah, turut berimbas pada wilayah tangkap perikanan yang ada di perairan Sinjai, di Teluk Bone.

Bagi para nelayan, kondisi ini mengganggu aktivitas mereka, dan membahayakan keselamatan pelayaran. Fenomena yang diperkirakan sudah berlangsung sekira 20 hari ini mengakibatkan jarak pandang nelayan di laut menurun drastis.

“Kabut asap ini sangat meresahkan karena menghalangi pemandangan di sekitar Pulau-pulau. Bahkan, jarak pandang yang terbatas kami duga menjadi penyebab terjadinya insiden kecelakaan antar perahu malam tadi,” beber Israwan, nelayan yang ditemui Sinjai Info di muara Sungai Tangka, Kelurahan Lappa, Rabu (14/10/2026) siang.

“Semalam ada kecelakaan, perahu sama perahu tabrakan karena tidak kelihatan, terhalang asap,” terang Israwan, meyakinkan.

Keluhan senada disampaikan Rusdi, nelayan lainnya. Rusdi menjelaskan, saat melaut, Pulau-pulau di wilayah Kecamatan Pulau Sembilan maupun objek lain seperti rompong tidak dapat terlihat dari jarak jauh, dan baru tampak setelah perahu berada sangat dekat.

“Kami berharap kondisi cuaca dan udara di wilayah laut dapat segera membaik, agar kami dapat kembali melaut dengan aman dan tenang tanpa ancaman bahaya jarak pandang yang terbatas,” harap Rusdi.

Sebelumnya diberitakan, satu Anak Buah Kapal (ABK) dilaporkan hilang dalam insiden kecelakaan laut (laka laut) di Perairan Pulau Burunglohe, Desa Buhungpitue, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Selasa (13/10/2026) malam.

Korban hilang diketahui bernama Syamsul Alam (26 tahun), warga Lingkungan Tokka, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara. Saat ini Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di perairan Pulau Sembilan. (ZAR)

Tim Liputan:
Zaenal, Alif (mahasiswa PPL UIAD Sinjai)