Rumah dan Motor Dinas Hangus Terbakar, Suardi: Prosesnya Berlangsung Cepat

Tangkapan layar dari video amatir warga yang merekam peristiwa kebakaran di Desa Botolempangan, Kec. Sinjai Barat. (Ist)

Sinjai.Info, Sinjai Barat,– Polisi Kehutanan (polhut) yang bertugas di Kabupaten Sinjai, Muh. Suardi, hanya bisa pasrah melihat kondisi rumahnya ludes terbakar pasca-kebakaran di Dusun Karampuang, Desa Botolempangan, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Senin (19/10/2026) pukul 01.14 WITA.

Kepada Sinjai Info, Senin pagi, Suardi menuturkan bahwa saat kejadian Ia berada di rumahnya di depan Stadion Andi Bintang, Sinjai Utara. Ia ke lokasi kejadian sekira pukul 02.00 WITA.

“Saya baru tau rumah saya di Botolempangan terbakar saat api sudah besar. Saya ke lokasi sekitar jam dua dinihari. Saya lebih banyak di rumah di depan Stadion Andi Bintang,” tuturnya.

Selain rumah, motor dinas yang kerap dipakai Suardi melaksanakan tugas pengawasan hutan ikut hangus terbakar.

Pada peristiwa ini, 4 rumah hangus dilalap api. Seorang pemilik rumah bernama ibu Siming meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sekdes Botolempangan, Andri, mengaku ibu Siming hanya tinggal seorang diri di rumahnya. Suaminya sudah lama meninggal.

Hal tersebut dibenarkan Tamrin, warga Desa Gantarang, yang masih ada hubungan kekerabatan dengan ibu Siming.

“Korban biasa menginap di rumah anaknya di dekat sekolah, tidak jauh dari lokasi kebakaran. Tapi pada Minggu malam, kira-kira sudah Salat Isya dia pulang ke rumahnya,” jelas Tamrin.

“Suaminya sudah lama meninggal. Suami korban adalah mantan kepala dusun,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran menghanguskan 4 unit rumah di Dusun Karampuang, Desa Botolempangan, Kecamatan Sinjai Barat.

Selain menelan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian material yang sangat besar.

  1. Siming (60 tahun), ibu rumah tangga,– 1 unit rumah panggung beserta isinya dan 1 unit motor ludes terbakar
  2. Muh. Suardi (57 tahun), Anggota Polhut – 1 unit rumah permanen lantai 2 beserta isinya dan 2 unit motor hangus
  3. Rauna (70 tahun) – 1 unit rumah permanen beserta isinya habis terbakar. Kerugian Rp 75 juta
  4. Harfin (56 tahun), ASN/Guru, – 1 unit rumah permanen beserta isinya dan 1 unit motor hangus

(ZAR)