Moda Transportasi Laut Jadi Urat Nadi Layanan Kesehatan di Pulau Sembilan, Kondisi Ambulans Laut Dikeluhkan Warga

Warga di Kecamatan Pulau Sembilan berharap perhatian pemerintah dari sisi moda transportasi laut yang lebih baik untuk pelayanan kesehatan (FOTO: Wikipedia)

Sinjai.Info, Pulau Sembilan,– Pentingnya moda transportasi laut yang menunjang pelayanan di bidang kesehatan di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, ambulans laut yang semestinya menjadi sarana vital untuk evakuasi pasien dan jenazah dilaporkan telah rusak bertahun-tahun dan tidak dapat beroperasi secara normal.

Kondisi tersebut menjadi tamparan serius bagi pelayanan publik di wilayah kepulauan. Di tengah situasi duka, masyarakat kerap menghadapi keterbatasan fasilitas. Ironisnya, keluarga yang sedang berduka terkadang menyewa speedboat agar bisa sampai ke daratan.

Kondisi ini tidak hanya menambah beban biaya bagi keluarga, tetapi juga memperlihatkan belum layaknya fasilitas publik bagi masyarakat kepulauan.

Merespons persoalan tersebut, Presidium Pusat Ikatan Keluarga Mahasiswa Sinjai (IKMS), Riskan Mubarak yang kerap disapa Simpa, melayangkan ultimatum kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai agar segera mengambil langkah konkret.

Menurut Simpa, persoalan ini tidak dapat dipandang sebatas kerusakan sarana transportasi, melainkan persoalan kemanusiaan dan tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi hak masyarakat atas pelayanan publik yang layak.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai harus segera mengambil langkah nyata. Jangan sampai masyarakat Pulau Sembilan terus dibiarkan menghadapi keterbatasan fasilitas di saat mereka membutuhkan pertolongan. Ambulans laut bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan mendasar bagi masyarakat kepulauan. Kami tidak membutuhkan janji seremonial, tetapi tindakan konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Simpa.

Ia menilai, kondisi geografis wilayah kepulauan semestinya menjadi dasar bagi Pemda untuk memberikan perhatian khusus terhadap penyediaan sarana transportasi darurat. Ketersediaan ambulans laut yang layak bukan hanya menyangkut kelancaran mobilitas, tetapi juga keselamatan, akses pelayanan kesehatan, serta penghormatan terhadap martabat masyarakat.

Atas dasar itu, pihaknya mendesak Pemda Sinjai segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi ambulans laut, memastikan perbaikan atau pengadaan sarana pengganti, serta membangun sistem pemeliharaan yang berkelanjutan.

Simpa juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral organisasi mahasiswa terhadap kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. H. Kahar Anies, memberikan klarifikasi terkait kewenangan ambulans tersebut.

“Kalau ambulans jenazah di bawah kewenangan pemerintah kecamatan. Sementara untuk ambulans laut yang dikelola Dinas Kesehatan masih beroperasi,” ujarnya. (ZAR)