VRI dan TNI Tuntaskan Pembangunan Jembatan Gantung di Banoa – Sinjai Info
Info Desa

VRI dan TNI Tuntaskan Pembangunan Jembatan Gantung di Banoa


  Rabu, 13 Juni 2018 6:53 am

Warga di Dusun Banoa, sejak Rabu (13/06) pagi sudah menggunakan jembatan gantung yang dibangun tim Vertical Rescue, yang dibantu personil TNI dari Kodim 1424 Sinjai (foto: ZAR/sinjai info)

Penulis: Zainal Abidin Ridwan

Sinjai.Info, Tellulimpoe,– Sekilas fisiknya masih terlihat kuat dalam balutan seragam merah yang ia kenakan. Namun ia tak mampu menyembunyikan raut wajahnya yang terlihat sangat lelah.
Wahyu, demikian nama pemuda ini sebagaimana tertulis di dada kanan dari seragam yang ia pakai. Bandung, Jawa Barat adalah daerah asalnya.

Namun sudah sepekan Wahyu jauh dari keluarga, dan harus menjalankan puasa Ramadan di Dusun Banoa, Desa Sukamaju, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai. Bukan di rumah penduduk, tapi Wahyu mendirikan tenda di bibir sungai Kambuno, Dusun Banoa. Ia tidur, makan sahur, dan buka puasa di tenda berlabel Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Wahyu tak sendiri. Ada enam orang rekannya yang tergabung di lembaga  Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang harus menginap di tenda demi misi kemanusiaan dan kepedulian: membangun jembatan gantung di Sungai Kambuno, Dusun Banoa.

Jembatan gantung sepanjang 50 meter yang membelah sungai Kambuno dibangun selama 4 hari. Ada personil TNI dari Kodim 1424 Sinjai yang turut telibat pada misi tersebut. Mereka bahu membahu memasang tiang pancang jembatan di dua sisi sungai, membentangkan dan merajut 400 meter tali sling, hingga memotong 50 meter kayu untuk dijadikan papan pijakan jembatan.

“Alhamdulillah respon warga di sini bagus. Kami dijamu dengan baik dan sudah seperti keluarga kami. Untuk jembatan, kami bisa selesaikan selama 4 hari,” jelas Wahyu diamini rekannya di VRI, Beni.

Lebar jembatan gantung di Sungai Kambuno adalah 120 sentimeter, itu jika diukur dari lebar papan yang dijadikan pijakan untuk menyeberang. Sementara tinggi jembatan dari dasar sungai adalah 4 meter.

“Jembatan ini tidak menggunakan kontruksi cor beton. Tali sling yang membentang dan berfungsi sebagai penahan beban kami tanam di tanah dengan kedalaman 120 sentimeter, ditanam bersama batu besar dan kayu sebagai penahan,” terang Wahyu.

Ia juga menceritakan proses pembangunan jembatan yang berawal dari verifikasi atas video yang sempat viral, yakni siswa yang harus berenang saat pergi dan pulang sekolah. “Sebelum kami turun, video yang viral itu diverifikasi dulu kebenarannya kemudian ada tim yang survei lokasi,” pungkasnya.

VRI adalah lembaga yang beralamat di Bandung, Jawa Barat. Lembaga ini adalah tempat berhimpunnya para pecinta alam dan pemanjat tebing. Salah satu programnya adalah pembangunan seribu jembatan gantung di Indonesia.

Hingga saat ini sudah 56 jembatan gantung yang dibangun VRI di berbagai daerah di Indonesia. Khusus Jembatan di Sungai Kambuno, adalah jembatan gantung pertama yang dikerjakan oleh VRI di Sulawesi Selatan.

“Untuk keselamatan, kami harap ada antrian warga saat menyeberang. Maksimal tiga orang. Semoga jembatan ini makin mempermudah akses masyarakat. Namun yang terpenting adalah bagaimana warga memeliharanya,” pesan Komandan Satgas Seribu Jembatan Gantung VRI, Tedi Ixidiana, usai peresmian jembatan.

Aparat dan Warga Menyambut Gembira

Warga Dusun Banoa datang berbondong-bondong menyaksikan peresmian jembatan gantung di Sungai Kambuno, Rabu (13/06/2018) pagi. Tak ketinggalan pula aparat pemerintahan dari Kecamatan Tellu Limpoe dan Desa Sukamaju.

Mereka berdecak kagum dan menyambut gembira dibangunnya jembatan gantung di wilayahnya. “Awalnya kami tak percaya jembatan dikerjakan selama empat hari. Ternyata terbukti sangat cepat prosesnya. Terima kasih atas bantuannya,” ucap Kepala Desa Sukamaju, Kamaruddin.

Kamaruddin juga mengapresiasi kesederhanaan yang ditunjukkan personil VRI yang memilih menginap di tenda. “Kami sebenarnya sudah siapkan rumah, tapi mereka memilih tidur di tenda yang mereka dirikan di dekat sungai,” tambahnya.

Pujian yang sama datang dari pemuda setempat, Syarif. Ia juga memuji kerja-kerja VRI dan TNI yang dengan cepat membangun jembatan gantung. ‘Alhamdulillah, adik-adik kami tidak perlu berenang lagi kalau mau ke sekolah,” katanya.

Kini para orang tua yang berada di Dusun Banoa terutama yang tinggal di seberang sungai, tidak perlu khawatir dan cemas lagi ketika anaknya harus berenang saat berangkat ke sekolah. Pun mereka tidak perlu repot lagi menuntun anak-anaknya menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras terutama saat bulan Mei dan Juni.

Jembatan gantung dibangun untuk tujuan sementara atau darurat. Tentu warga setempat menaruh harapan dibangunnya jembatan permanen yang tidak hanya berfungsi sebagai penyeberangan orang, namun juga berfungsi membuka akses secara umum demi meningkatkan roda perekonomian warga di Desa Sukamaju. (*)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

PT. Puzacha Utama Mandiri ©2015-2018 I All Right Reserved

To Top