Renovasi Masjid Agung Nujumul Ittihad Sinjai Dimulai, Bertepatan HUT Sinjai

Bupati Sinjai Hj.Ratnawati Arif, memulia peletakan batu pertama renovasi Masjid Agung Nujumul Ittihad Sinjai (FOTO: ZAR/sinjaiinfo)

Sinjai.Info, Sinjai Utara,– Peletakan batu pertama renovasi Masjid Agung Nujumul Ittihad Sinjai akhirnya terlaksana pada Jumat (27/2/2026) pagi. Waktu pelaksanaan ini dipilih Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif, karena bersamaan dengan hari Jumat yang penuh berkah, kemudian bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-462 Sinjai.

“Alhamdulillah baru saja kita menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Nujumul Ittihad. Kita berharap masjid ini menjadi wadah pelaksanaan ibadah sekaligus wadah mempersatukan umat,” ucap Bupati usai mengawali peletakan batu pertama di lahan kosong depan Masjid Agung Nujumul Ittihad.

Masjid yang dibangun di zaman Bupati Sinjai Andi Bintang, ini berada di pusat kota Sinjai dan sudah waktunya diperluas untuk mengakomodasi jumlah jemaah yang terus meningkat, terutama saat salat Jumat maupun perayaan hari besar Islam.

“Olehnya saya mengajak kita semua untuk sama-samaki terlibat dalam proses pembangunan Masjid Agung Nujumul Ittihad. Kita harus bekerjasama karena masjid ini adalah wadah menyatukan umat. Pemerintah akan terus mendorong masyarakat dan ASN untuk bersama-sama mendukung pembangunan masjid ini hingga selesai sesuai rencana,” pungkasnya.

Presiden Direktur PT. Bumi Pundi Karsa Haji Badris, turut hadir pada acara peletakan batu pertama renovasi Masjid Agung Nujumul Ittihad Sinjai (FOTO: ZAR/sinjaiinfo)

Peletakan batu pertama ini turut dihadiri Ketua DPRD Sinjai Andi Jusman, Dandim, Waka Polres, Ketua MUI, Ketua DMI, Presiden Direktur PT. Bumi Pundi Karsa H. Badris, serta para pengurus Masjid Agung.

Renovasi di masjid agung direncanakan mencakup penambahan luas bangunan sekitar 40 hingga 45 meter persegi.

Selain itu, masjid akan tampil dengan wajah baru berkonsep arsitektur Islami modern yang mengadopsi gaya Ottoman Utsmaniyah Turki.

Desain tersebut menghadirkan kubah sentral besar yang dikelilingi kubah-kubah kecil, empat menara ramping di setiap sudut, serta interior dengan ornamen ubin khas Ottoman, dan ruang salat yang lebih luas.

Pengurus masjid memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp40 miliar. (ZAR)