Sinjai.Info, Sinjai Utara,— Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif, mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, tenaga medis, hingga masyarakat luas untuk memperkuat kolaborasi dalam menekan angka penularan rabies demi mewujudkan target Zero Rabies pada tahun 2030.
Pesan mendalam tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) yang diselenggarakan di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Sinjai, pada Senin (28/9/2026).
Mengusung tema “STRONGER TOGETHER: Satu Tujuan, Banyak Peran, Satu Gerakan Bersama”, peringatan tahunan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya laten rabies serta mendorong aksi nyata penanganan secara masif di tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, para dokter hewan, serta komunitas pecinta hewan yang terus bergerak di garis depan pelayanan kesehatan hewan. Namun, di balik apresiasi tersebut, ia tak menutupi kekhawatirannya atas lonjakan kasus rabies di wilayahnya yang tergolong signifikan.
“Kasus rabies di daerah kita melompat cukup tajam, dari yang sebelumnya hanya 6 kasus kini naik menjadi 200 kasus. Kondisi ini membutuhkan perhatian serius, tanggung jawab sosial, dan gerakan bersama dari seluruh lapisan masyarakat,” tegas Bupati.
Untuk menanggulangi lonjakan ini, Bupati menekankan pentingnya edukasi (knowledge) bagi masyarakat agar mampu mengenali gejala dini penyakit rabies pada hewan peliharaan maupun liar, serta memahami langkah penanganan yang aman dan responsif.
Guna menyentuh sisi humanis, Bupati juga sempat membagikan cerita dan pengalaman pribadinya saat merawat hewan peliharaan. Lewat kisah tersebut, ia mengajak warga untuk menumbuhkan rasa kasih sayang, kepedulian, serta tanggung jawab terhadap kesehatan hewan di lingkungan masing-masing.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyukseskan target Zero Rabies 2030, yaitu capaian nol kasus kematian akibat rabies yang selaras dengan target nasional dan global.
“Target Zero Rabies 2030 dapat kita capai melalui penanganan klinis yang tepat, pencegahan berkelanjutan, vaksinasi terukur, serta kerja sama kolaboratif antar-sektor. Ini adalah bagian penting dari misi pembangunan daerah yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Tim Liputan:
Nurain, Izza, Alif (mahasiswa PPL UIAD Sinjai)