Sinjai.Info, Sinjai Barat,– Bank Indonesia (BI) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) berkolaborasi erat untuk mengembangkan potensi wakaf di Indonesia, khususnya wakaf uang. Upaya yang dilakukan diantaranya melalui edukasi, sosialisasi, pengembangan produk wakaf produktif, serta dukungan digitalisasi melalui aplikasi seperti Satu Wakaf Indonesia.
Semua upaya tersebut bertujuan menjadikan wakaf sebagai instrumen penting dalam pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Khusus wakaf produktif, menunjukkan adanya angka signifikan dari pengelolaan aset sosial secara tradisional menjadi instrumen ekonomi digital yang berkelanjutan.
BWI mencatat bahwa dari total aset wakaf nasional senilai kurang lebih Rp2.050 triliun, terdapat sekitar 40.000 titik aset yang telah teridentifikası memiliki nilai ekonomi tinggi dan bersifat produktif.
“Namun tantangan dan harapan yang kita hadapi bersama adalah meningkatkan potensi wakaf uang nasional yang telah mencapai Rp180 triliun per tahun, dan mendorong literasi masyarakat terhadap pemahaman wakaf uang untuk membiayai proyek produktif, dan mengupdate basis data aset yang masih terus diperbarui sehingga dapat terkelola dengan baik dan terukur,” jelas Wahyu Purnama, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan.
Wahyu Purnama menyampaikan hal ini saat melakukan kunjungan dan monitoring Bantuan Dana Wakaf Produktif Program Pengembangan Kawasan Madaya Sinjai di Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Rabu (14/1/2026).

Di Kawasan Madaya, Bank Indonesia melalui Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan wakaf produktif berupa mesin kopi untuk kelompok usaha ‘Pattongko Arabika’.
Lanjut Wahyu Purnama, melalui aplikasi Satu Wakaf Indonesia dan kolaborasi sektor perbankan, masyarakat kini bisa berwakaf mulai dari Rp1.000.000 (untuk wakaf uang) guna membiayai proyek produktif seperti yang telah dilakukan di Kawasan Madaya Sinjai.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat jejaring, menyamakan langkah, dan menyiapkan kontribusi terbaik untuk umat yang dapat membawa manfaat besar bagi pembangunan ekonomi digital umat di Sulawesi Selatan, terkhusus di Kabupaten Sinjai,” ajak Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan.
Bantuan mesin kopi untuk Kawasan Madaya Sinjai disambut gembira pengelola Madaya, Ramly Usman. Ramly yang juga Local Leader Dompet Dhuafa ini berterimakasih kepada Bank Indonesia, serta pimpinan di Dompet Dhuafa yang telah memfasilitasi sehingga program wakaf produktif bisa menyasar Kawasan Madaya, sebuah kawasan pemberdayaan masyarakat di kaki Gunung Bawakaraeng.
“Kami tidak khawatir lagi ketika mesin kopi kami berasap karena ada bantuan mesin kopi dari dana wakaf produktif Bank Indonesia. Terus terang mesin kopi kami sebelumnya bermasalah, berasap karena harus memproduksi 100 hingga 200 pcs kopi. Terima kasih pimpinan kami di Dompet Dhuafa yang sudah memfasilitasi sehingga Bank Indonesia bisa hadir di Kawasan Madaya. Karena ini wakaf maka ini merupakan amanah yang besar yang harus kami jaga,” ucap Ramly.
Kunjungan dan monitoring Bantuan Dana Wakaf Produktif oleh Pimpinan Bank Indonesia di Kawasan Madaya ini turut dihadiri Camat Sinjai Barat Andi Nasrun, Pandu Heru Satrio dari Dompet Dhuafa Sulsel, serta Danramil Kecamatan Sinjai Barat. (Zainal Abidin)