Warga Saukang Memasak di Kompor Berbahan Bakar Kotoran Sapi

Indotang, warga Desa Saukang, saat memasak menggunakan kompor berbahan bakar biogas dari kotoran sapi. (FOTO: YPB)

Sinjai.Info, Sinjai Timur,-– Beberapa warga di Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai mulai merasakan manfaat dari energi biogas yang dihasilkan dari kotoran Sapi.

Kompor-kompor di dapur mereka menyala hanya dengan bermodalkan biogas yang mengalir melalui pipa-pipa paralon PVC.

Energi biogas berbahan baku kotoran sapi ini diinisiasi oleh Yayasan Peduli Bangsa (YPB) melalui Program Kampung Energi Terpadu PLN Peduli.

“Dengan kebermanfaatan biogas ini, bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan energi bahan bakar yang ramah lingkungan dan ekonomis,” ucap Musaddaq, dari YPB.

Selain itu ungkapnya, limbah fermentasi yang dihasilkan dari reaktor biogas berupa bio-slury padat dan cair diolah menjadi pupuk kompos yang sangat baik untuk mengembangkan pertanian organik.

Dua warga Saukang, Indotang dan Rostina, berterima kasih kepada YPB dan pihak-pihak yang terlibat dalam program energi biogas tersebut.

“Alhamdulillah sudah menyala kompor dari Biogas. Terima kasih, pak,” ucap Indotang, warga Saukang, saat menyalakan kompornya, Minggu (4/1/2026).

Hal senada dikatakan Rostina, yang gembira karena tidak perlu membeli lagi elpiji selama reaktor biogas berfungsi dengan baik. Nyala kompornya pun lebih biru saat menggunakan biogas.

Tampak api dengan nyala biru keluar dari kompor gas milik Rostina saat kompor biogas dinyalakan. Pada dinding di belakang kompor tersebut terdapat pipa PVC yang berfungsi mengalirkan energi biogas dari sumbernya.

Dari beberapa referensi disebutkan, biogas dari kotoran sapi adalah energi terbarukan hasil fermentasi anaerobik (tanpa oksigen) kotoran sapi dalam digester, menghasilkan campuran gas utama seperti metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) yang bisa digunakan untuk memasak, penerangan, atau energi rumah tangga.

Proses biogas juga meninggalkan residu pupuk organik berkualitas tinggi, dan ini menjadi solusi energi hemat dan ramah lingkungan. (ZAR)